TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 05, 2026
2 min read
3

Volvo Cars melaporkan penurunan signifikan dalam laba operasional yang disesuaikan pada kuartal keempatnya, yang turun menjadi 1,8 miliar krona Swedia dari 5,6 miliar krona setahun sebelumnya. Hasil ini mencerminkan lingkungan eksternal yang menantang bagi produsen mobil yang berbasis di Swedia tersebut.
Perusahaan mengaitkan penurunan laba tersebut dengan beberapa faktor utama. Ini termasuk dampak finansial dari tarif perdagangan, permintaan pasar yang lebih lemah, dan tekanan harga yang terus-menerus. Selain itu, penghapusan insentif untuk kendaraan listrik di Amerika Serikat turut berkontribusi pada penurunan pendapatan.
Meskipun mengalami kemunduran, Volvo Cars, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Geely Holding dari Tiongkok, menyatakan bahwa rencana pemulihannya tetap berjalan sesuai jalur. CEO Hakan Samuelsson menegaskan bahwa tujuan jangka panjang perusahaan adalah mencapai pertumbuhan volume tahun-ke-tahun pada tahun 2026, menandakan fokus pada pemulihan di masa depan.
Volvo sedang menghadapi tantangan ekonomi langsung yang memengaruhi profitabilitasnya. Perusahaan mempertahankan fokus strategisnya pada rencana pemulihan dan pertumbuhan jangka panjang, menunjukkan kepercayaan pada arah masa depannya meskipun ada kesulitan pasar saat ini.
T: Mengapa laba kuartal keempat Volvo menurun?
J: Penurunan laba disebabkan oleh kombinasi tarif perdagangan, permintaan konsumen yang lemah, tekanan harga, dan berakhirnya insentif kendaraan listrik di AS.
T: Apa target pertumbuhan Volvo di masa depan?
J: Perusahaan bertujuan untuk kembali mencapai pertumbuhan volume tahun-ke-tahun pada tahun 2026.
Sumber: Reuters via Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait