TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
ก.พ. 05, 2026
2 min read
1

Perusahaan agrikimia dan benih asal Swiss, Syngenta Group, dikabarkan menargetkan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Hong Kong yang dapat mengumpulkan dana hingga $10 miliar pada tahun 2026. Langkah ini, yang diprakarsai oleh pemiliknya, Sinochem yang dikelola negara Tiongkok, akan menempatkannya sebagai salah satu pencatatan terbesar secara global pada tahun tersebut.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Syngenta saat ini sedang berdiskusi dengan bank-bank mengenai peran untuk kesepakatan penting ini. Rencana tersebut melibatkan potensi pelepasan hingga 20 persen sahamnya di bursa saham Hong Kong. Namun, ukuran dan waktu akhir IPO tetap bergantung pada kondisi pasar yang berlaku.
IPO senilai $10 miliar yang sukses akan memberikan dorongan besar bagi pasar Hong Kong, yang telah mengalami perlambatan dalam pencatatan berskala besar. Bagi sektor agrikimia, ini akan menggarisbawahi kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan industri. Perusahaan menyatakan akan menilai strategi pasar modal berdasarkan kepentingan pemegang saham.
Meskipun Syngenta belum secara resmi mengkonfirmasi detailnya, dengan alasan kebijakan untuk tidak mengomentari rumor pasar, persiapan tersebut menunjukkan niat yang jelas untuk kembali ke pasar publik. Investor akan memantau dengan cermat pengumuman lebih lanjut dan sentimen pasar menjelang potensi pencatatan pada tahun 2026.
Q: Berapa banyak yang ingin dikumpulkan Syngenta dalam IPO-nya?
A: Syngenta menargetkan hingga $10 miliar.
Q: Bursa saham mana yang ditargetkan Syngenta?
A: Perusahaan menargetkan bursa saham Hong Kong.
Q: Siapa pemilik Syngenta Group?
A: Syngenta dimiliki oleh grup negara Tiongkok, Sinochem.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait