Raih Keuntungan Maksimal! 5 Resep Rahasia Membuat Jurnal Trading ala Trader 1%

User profile image

Thanakit Sutto

11月 07, 2025

7 min read

3

Raih Keuntungan Maksimal! 5 Resep Rahasia Membuat Jurnal Trading ala Trader 1%

Jika Anda merasa trading Anda belum menghasilkan keuntungan yang konsisten, atau portofolio Anda bergejolak hingga membuat Anda tidak percaya diri... Mungkin yang Anda lewatkan bukanlah strategi baru, melainkan “refleksi diri yang sistematis” melalui Trading Journal.

Sebagian besar trader yang bertahan di pasar dalam jangka panjang tidak hanya memiliki teknik yang bagus atau informasi orang dalam — mereka memiliki sistem pembelajaran dari setiap trading, yang disebut “jurnal trading”.

Mengapa Trader 1% Membuat Jurnal?

Survei dari kelompok trader yang secara konsisten menghasilkan keuntungan di pasar menemukan bahwa lebih dari 87% menggunakan Trading Journal secara serius, dan hampir semuanya sepakat bahwa “Jurnal membantu melihat kelemahan diri lebih cepat dari yang diperkirakan.”

Namun sebelum masuk ke rahasia mencatat Trading Journal ala profesional, kami ingin mengajak Anda untuk kembali meletakkan fondasi terlebih dahulu. Karena jika tidak memiliki Mindset yang kokoh, meskipun ada Jurnal, mungkin tidak akan banyak membantu. Coba baca 7 Psikologi Trading yang Akan Membuat Anda Bertahan di Pasar untuk memahami bahwa “ketenangan pikiran” adalah dasar dari setiap rencana trading yang berkelanjutan.

1. Catat Pre-Trade 360 Derajat

Trader profesional tidak akan masuk ke pasar tanpa analisis menyeluruh terlebih dahulu. Mencatat sebelum trading adalah proses penting yang membantu trader tidak terbawa emosi atau perasaan sesaat.

Anda harus memulai dengan menganalisis gambaran umum pasar (Market Context) dengan melihat tren Timeframe besar seperti Daily atau Weekly. Kemudian, pertimbangkan level support dan resistance utama, serta periksa kalender berita ekonomi yang akan datang, dan teliti bagaimana aset terkait lainnya, seperti indeks dolar atau harga emas, bergerak.

Setelah melihat gambaran umum, barulah Anda menulis Trade Setup dengan jelas, yang terdiri dari alasan masuk trading, berbagai faktor pendukung yang disebut Confluence, dan risiko yang mungkin terjadi, beserta rencana cadangan jika situasi tidak berjalan sesuai harapan.

Jangan lupa untuk menghitung ukuran kontrak (Position Sizing) agar sesuai dengan tingkat risiko yang dapat diterima, misalnya tidak lebih dari 2% dari portofolio per satu trading, dengan menggunakan rumus yang pasti untuk mencegah kerugian yang berlebihan.

Terakhir, sebelum membuka order, jangan lupa untuk mengambil tangkapan layar grafik dan menulis catatan “mengapa Anda memilih masuk pada titik ini” agar Anda dapat menganalisisnya kembali nanti dengan jujur.

2. Pantau Emosi Secara Real-Time untuk Memahami Diri Lebih Dalam

Sebagian besar trader sering kalah karena emosi mereka sendiri daripada pasar yang sebenarnya. Oleh karena itu, mencatat Trading Journal secara profesional tidak hanya mencatat statistik, tetapi juga harus mencakup emosi, perasaan, dan dorongan batin selama trading.

Sebelum masuk trading, Anda harus memberikan skor kepercayaan diri. Selama memegang order, Anda harus mengamati emosi seperti rasa takut, terburu-buru, serakah, atau ingin membalas dendam. Dan setelah menutup order, Anda harus meninjau seberapa besar emosi memengaruhi keputusan.

Menetapkan sistem penilaian, misalnya 1–10, akan membantu Anda melihat tren emosi dengan lebih jelas, seperti trading saat emosi rendah sering berakhir buruk, atau merasa takut terus-menerus hingga sering melewatkan peluang bagus.

Trader level 1% sering menetapkan aturan untuk diri mereka sendiri bahwa jika emosi sebelum masuk trading di bawah 7, mereka harus mengurangi ukuran Posisi menjadi setengahnya, dan jika di bawah 5, dilarang trading sama sekali.

3. Analisis Hasil Trading Berbasis Data dengan Metrik Tingkat Lanjut

Trader yang hebat bukanlah orang yang paling sering menang, tetapi orang yang “memahami hasil mereka sendiri” dengan paling baik. Inilah mengapa Trader level 1% melacak rata-rata profit-loss, probabilitas, dan risiko maksimum (Max Drawdown) secara detail.

Anda harus mulai mencatat berbagai nilai seperti Win Rate, Profit Factor, Average RRR, Expectancy, dan Recovery Factor, serta melihat Timeframe mana, periode waktu mana, atau Pola mana yang memberikan hasil terbaik, yang dapat dilakukan melalui Google Sheets atau Excel secara otomatis.

Melihat angka-angka sebenarnya akan membantu Anda merencanakan penyesuaian strategi dengan tepat, misalnya jika Anda menemukan bahwa Anda sering rugi saat trading pada hari Rabu, Anda dapat mengurangi volume atau berhenti trading pada hari-hari tersebut.

4. Buat Pattern Library untuk Menemukan Setup yang Cocok untuk Diri Sendiri

Jika Anda belum pernah mengumpulkan statistik tentang Pola mana yang benar-benar berhasil, Anda mungkin sedang trading secara acak tanpa menyadarinya. Trader profesional akan membuat perpustakaan data pola trading yang telah terbukti, termasuk tangkapan layar grafik, analisis historis, dan statistik keberhasilan setiap Pola.

Anda harus mengatur folder terpisah berdasarkan jenis Pola, seperti Breakout, Reversal, Trend Continuation, serta mencatat kapan Anda masuk trading, kondisi apa yang digunakan, dan bagaimana hasilnya, untuk menganalisis Pola mana yang paling cocok untuk Anda.

5. Tinjau Mingguan dengan Sistem 7 Langkah

Yang membedakan Trader amatir dan profesional adalah “peninjauan” yang serius setiap minggu. Anda harus meninjau semua transaksi yang berhasil dan yang gagal, menganalisis kesalahan, kekuatan, dan merencanakan untuk minggu berikutnya.

Sistem yang direkomendasikan meliputi:

  1. Tinjau kembali semua transaksi sebelumnya.
  2. Ringkas 3 kesalahan utama dalam seminggu beserta rencana perbaikannya.
  3. Analisis transaksi terbaik dan terburuk beserta pelajarannya.
  4. Periksa emosi dan kualitas tidur yang memengaruhi trading.
  5. Tetapkan strategi baru atau sesuaikan aturan trading berdasarkan hasil aktual.
  6. Tetapkan tujuan mingguan yang jelas (Win Rate, Drawdown, Emotional Score).
  7. Persiapkan mental dan fokus untuk minggu baru.

Contoh Nyata Trading Journal

Tanggal: 5 November 2025
 Pasangan Mata Uang: EUR/USD
 Timeframe: H1
 Arah: Buy

Alasan Masuk Trading

Harga berbalik dari level support penting di Timeframe D1, bertepatan dengan EMA 200. Ada sinyal Bullish Engulfing dan terjadi RSI Divergence. Tidak ada berita penting dalam 4 jam ke depan.

Faktor Pendukung

  • Support dari grafik Daily
  • Pola candlestick pembalikan
  • RSI Divergence
  • Tidak ada berita ekonomi penting jangka pendek

Manajemen Risiko

  • Titik Masuk (Entry): 1.0575
  • Titik Henti Rugi (Stop Loss): 1.0525
  • Target Keuntungan (Take Profit): 1.0680
  • Rasio Risiko-Imbalan (RRR): 1:2.1
  • Ukuran Lot: 0.3 dari modal $5,000 (risiko 1%)

Kondisi Mental Sebelum Trading

  • Merasa tenang dan yakin dengan rencana trading. Tingkat kepercayaan diri 8/10.
    Rencana cadangan: Jika harga menembus support, tidak akan masuk trading baru sampai ada sinyal konfirmasi baru.

Hasil

  • Harga mencapai target dalam 6 jam, menghasilkan keuntungan $105. Trading sesuai rencana tanpa perubahan di tengah jalan.

Pelajaran

  • Menunggu semua sinyal lengkap sebelum masuk trading membantu mengurangi risiko Overtrade dan meningkatkan kualitas keputusan.

Kondisi Mental Setelah Menutup Trading

  • Merasa puas dan tidak terburu-buru membuka trading baru. Tingkat emosi 9/10.

 


Kesimpulan: Trading Journal Bukan Hanya Sekadar Catatan… Tapi Ini Adalah “Cermin Diri” Anda Sebagai Trader

Memiliki Trading Journal yang baik tidak berarti Anda akan selalu menang di pasar, tetapi itu berarti Anda akan cukup memahami diri sendiri untuk “tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi,” dan itulah yang dilakukan oleh Trader level 1% secara berkelanjutan.

Jika Anda siap untuk mengembangkan trading Anda, cobalah mulai mencatat hari ini. Tidak perlu menunggu hingga paling siap, cukup mulai dari apa yang ada, dan kembangkan sistem Anda secara bertahap. Anda pasti akan melihat perubahan yang jelas dalam 30 hari pertama.

Jangan lupa bahwa pengetahuan tentang manajemen risiko adalah inti lain dari kelangsungan hidup. Coba baca artikel rekomendasi selanjutnya Cara Trading Forex Agar Portofolio Tidak Hancur untuk memperkuat perlindungan portofolio Anda secara berkelanjutan.

What gets measured, gets improved. Ukur hasil Anda dengan Trading Journal, dan Anda akan dapat mengendalikan hasilnya pada akhirnya.

 

Ditulis oleh

User profile image

Thanakit Sutto

Finance content writer with a passion for investing, believes that good knowledge empowers smart decisions.