TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 03, 2026
2 min read
4

Martin Shkreli, mantan eksekutif farmasi, telah mengajukan gugatan balik terhadap kolektif seni digital PleasrDAO terkait kepemilikan album unik Wu-Tang Clan, "Once Upon a Time in Shaolin." Gugatan tersebut juga menargetkan rapper Wu-Tang RZA dan produser Cilvaringz, menuduh adanya "penjualan duplikat" yang tidak semestinya atas 50% hak cipta Shkreli.
PleasrDAO mengakuisisi album unik tersebut dengan harga sekitar $4 juta pada tahun 2021 setelah Shkreli dipaksa untuk menyerahkannya guna memenuhi putusan dari vonis penipuan tahun 2017-nya. Kolektif tersebut awalnya menggugat Shkreli karena diduga melanggar kontrak penjualannya dengan menyiarkan sebagian album secara langsung. Gugatan balik Shkreli kini mengklaim bahwa para tergugat secara ilegal menjual saham hak ciptanya, yang menurut kontrak aslinya akan dialihkan kepadanya pada tahun 2103.
Pertarungan hukum tingkat tinggi ini menyoroti masalah kontrak dan hak cipta yang kompleks seputar aset unik bernilai tinggi. Sengketa ini menggarisbawahi potensi risiko dalam transaksi yang melibatkan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) dan penegakan perjanjian hak cipta jangka panjang. Hasilnya dapat memengaruhi bagaimana kepemilikan dan hak eksklusivitas dikelola untuk koleksi unik serupa di masa mendatang.
Kedua belah pihak menuntut ganti rugi yang tidak ditentukan dalam gugatan masing-masing. Seorang hakim federal sebelumnya menolak upaya Shkreli untuk membatalkan gugatan awal PleasrDAO, menyiapkan panggung untuk konfrontasi hukum yang berkepanjangan. Kasus ini akan dipantau ketat oleh investor di ruang seni digital dan barang koleksi untuk potensi presedennya mengenai hak kekayaan intelektual.
Q: Mengapa Martin Shkreli mengajukan gugatan balik?
A: Ia menuduh bahwa PleasrDAO, bersama dengan RZA dan Cilvaringz, secara tidak semestinya menjual 50% hak ciptanya atas album Wu-Tang Clan.
Q: Bagaimana PleasrDAO mengakuisisi album tersebut?
A: Kolektif tersebut membelinya seharga $4 juta pada tahun 2021 setelah disita dari Shkreli oleh pemerintah AS sebagai bagian dari penyitaan aset.
Q: Apa inti dari klaim hak cipta tersebut?
A: Shkreli mengklaim bahwa kontrak pembelian aslinya menjaminnya 50% hak cipta yang akan dialihkan pada tahun 2103, saham yang ia klaim dijual tanpa persetujuannya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.