TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2月 04, 2026
2 min read
3

Saham Nintendo mengalami penurunan signifikan sebesar 10% karena investor menyatakan kekhawatiran mengenai momentum penjualan konsol game unggulan barunya, Switch 2, meskipun penjualan selama musim liburan sangat kuat.
Perusahaan game yang berbasis di Kyoto ini mempertahankan perkiraan pendapatan tahunan dan perangkat kerasnya, yang dipandang mengecewakan oleh pasar. Antusiasme investor sebelumnya telah mendorong saham ke rekor tertinggi atas prospek penerus Switch yang populer, namun tren tersebut berbalik sejak November karena kurangnya judul game profil tinggi yang dianggap dapat mendorong permintaan di masa depan.
Selain kekhawatiran perangkat lunak, investor juga mewaspadai kenaikan harga chip memori dan potensi dampaknya terhadap margin keuntungan Nintendo. Perusahaan menyatakan bahwa lonjakan harga tidak berdampak signifikan pada tahun keuangan saat ini, tetapi dapat menekan profitabilitas jangka panjang jika harga tinggi terus berlanjut.
Meskipun penjualan awal Switch 2 kuat, analis memandang momentum awal yang berkelanjutan sangat penting untuk membangun basis pengguna yang besar. Pasar akan memantau dengan cermat pengumuman game besar dan pengelolaan biaya komponen yang meningkat oleh perusahaan.
T: Mengapa saham Nintendo turun 10%?
J: Saham turun karena kekhawatiran investor terhadap momentum penjualan Switch 2 di masa depan dan kurangnya judul game besar yang dianggap dapat mendorong permintaan, bahkan setelah penjualan liburan yang kuat.
T: Apa kekhawatiran finansial lain bagi Nintendo?
J: Investor khawatir bahwa kenaikan biaya chip memori dapat berdampak negatif pada profitabilitas jangka panjang Nintendo jika harga tinggi terus berlanjut.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait