Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.
Artikel Terkait

11 Sep 2026
Apa itu Spread? Apa bedanya dengan Komisi?

10 Sep 2026
Leverage Forex itu apa? Seberapa berisiko?
TrustFinance
Sep 11, 2026
8 min read
0

Banyak orang mendengar frasa "terkena margin call" dan salah paham bahwa itu adalah pemotongan uang atau denda. Padahal sebenarnya itu murni sinyal peringatan, sebuah pesan yang memberitahukan bahwa dana jaminan di akun mulai tidak cukup dibandingkan dengan posisi yang dibuka. Jika tidak ada tindakan lebih lanjut, langkah berikutnya adalah penutupan paksa order tanpa persetujuan.
Artikel ini menjelaskan apa itu margin, bagaimana menghitung margin level, kapan margin call terjadi, bagaimana perbedaannya dengan stop out, dan cara mencegahnya agar tidak mencapai titik tersebut sejak awal.
Margin adalah dana jaminan yang harus disisihkan oleh akun untuk membuka dan mempertahankan posisi trading. Ini bukan biaya atau uang yang hilang. Ini adalah bagian dari modal di akun yang "dicadangkan" sementara selama posisi masih terbuka. Ketika posisi ditutup, dana ini akan kembali menjadi dana yang dapat digunakan.
Used Margin adalah bagian yang dicadangkan untuk posisi yang sedang dibuka saat ini. Sedangkan Free Margin adalah dana yang tersisa dan dapat langsung digunakan untuk membuka posisi baru. Kedua nilai ini jika dijumlahkan sama dengan Equity akun. Semakin banyak posisi yang dibuka atau semakin besar ukuran posisi, Used Margin akan semakin besar proporsinya, menyisakan Free Margin yang lebih sedikit untuk digunakan.
Margin Level adalah angka yang menunjukkan seberapa cukup dana jaminan yang tersedia dibandingkan dengan posisi yang dibuka. Dihitung dari
Margin Level = (Equity dibagi Used Margin) dikali 100 persen
Di mana Equity adalah total nilai akun termasuk keuntungan dan kerugian yang belum ditutup, bukan hanya deposit awal. Misalnya, jika memiliki Equity 500 dolar dan Used Margin 250 dolar, Margin Level akan berada di 200 persen. Jika harga bergerak berlawanan arah sehingga kerugian akumulatif meningkat, Equity akan berkurang, dan Margin Level juga akan turun.
Apa arti setiap level Margin Level?
| Margin Level | Status Akun | Yang Terjadi |
|---|---|---|
| Lebih dari 150 persen | Aman | Dapat trading seperti biasa, dapat membuka posisi baru |
| 100 hingga 150 persen | Mulai Ketat | Beberapa platform mulai memberikan peringatan awal |
| Sekitar 100 persen (Margin Call) | Dipanggil | Peringatan untuk menambah dana atau mengurangi posisi. Masih bisa memutuskan sendiri. |
| Sekitar 50 persen atau lebih rendah (Stop Out) | Ditutup Paksa | Sistem secara otomatis menutup posisi yang paling merugi. |
Angka persentase dalam tabel ini hanyalah nilai yang umum ditemukan. Setiap broker menetapkan level margin call dan stop out mereka sendiri yang berbeda. Beberapa menetapkan margin call di bawah 100 persen, beberapa menetapkan stop out di atas 50 persen. Pada titik ini, Anda harus selalu memeriksa kondisi sebenarnya dari broker yang Anda gunakan. Jangan berasumsi dari angka umum.
Margin Call adalah pemberitahuan dari sistem ketika Margin Level turun ke level yang telah ditetapkan oleh broker sebelumnya. Secara harfiah, dana jaminan yang tersedia mulai tidak cukup untuk menanggung kerugian dari posisi yang dibuka. Jika harga terus bergerak berlawanan arah tanpa penambahan dana atau pengurangan ukuran posisi, akun akan mendekati titik penutupan paksa.
Mari kita lihat contoh angka. Misalnya, Anda memiliki dana di akun sebesar 20.000 Baht. Membuka posisi pasangan mata uang utama dengan margin 8.000 Baht. Ini berarti Margin Level awal adalah 250 persen. Jika harga bergerak berlawanan arah hingga kerugian mengambang (floating loss) mencapai 12.000 Baht, Equity akan tersisa 8.000 Baht, dan Margin Level akan turun tepat ke 100 persen. Inilah titik di mana banyak broker mulai mengirimkan margin call.
Poin pentingnya adalah margin call bukanlah hukuman. Ini adalah mekanisme perlindungan yang memberikan waktu untuk memutuskan sebelum mencapai tahap penutupan paksa.
Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, tetapi maknanya jelas berbeda.
Margin Call adalah peringatan. Belum ada penutupan posisi yang terjadi secara otomatis. Anda masih bisa memilih untuk menambah dana, menutup beberapa posisi sendiri, atau membiarkannya.
Stop Out adalah penutupan paksa. Terjadi ketika Margin Level turun di bawah level yang lebih rendah dari margin call. Sistem akan secara otomatis menutup posisi yang paling merugi terlebih dahulu, tanpa menunggu konfirmasi, dan akan terus menutup posisi hingga Margin Level kembali di atas level stop out.
Sederhananya, margin call adalah peringatan yang masih memberikan hak untuk memutuskan, sedangkan stop out adalah titik di mana hak tersebut telah berakhir. Jika mengabaikan margin call cukup lama, stop out adalah tujuan akhir yang sudah menunggu.
Leverage dan margin saling terkait secara langsung. Semakin tinggi leverage, semakin sedikit margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi dengan ukuran yang sama. Ini terdengar seperti keuntungan, karena Free Margin yang tersisa lebih banyak. Namun dalam praktiknya, banyak trader menggunakan sisa Free Margin tersebut untuk membuka posisi tambahan atau posisi yang lebih besar. Akibatnya, Used Margin kembali tinggi seperti semula, hanya saja kali ini ukuran total posisi jauh lebih besar dari sebelumnya.
Ketika ukuran posisi menjadi lebih besar, pergerakan harga yang sama akan menghasilkan kerugian yang lebih besar pula. Oleh karena itu, Margin Level akan turun lebih cepat ketika harga bergerak berlawanan arah. Buffer antara titik saat ini dengan titik margin call akan semakin menipis seiring dengan ukuran posisi yang dibuka, bukan hanya berdasarkan angka leverage saja. Detail mengenai hal ini dijelaskan di Apa itu Leverage Forex dan Seberapa Berisiko?
Cara yang benar-benar efektif bukanlah menunggu banyak dana masuk ke akun lalu baru menanganinya nanti, melainkan dengan merencanakan sejak sebelum membuka posisi.
Kontrol ukuran lot agar sesuai dengan modal, bukan membuka sebanyak yang diizinkan oleh leverage. Membuka posisi yang lebih kecil akan membuat Used Margin mengambil proporsi yang lebih sedikit, menyisakan buffer yang lebih besar ketika harga bergerak berlawanan arah.
Tetapkan stop loss setiap saat, karena stop loss adalah mekanisme yang menutup posisi sesuai dengan kondisi yang telah direncanakan sebelumnya, bukan menutup sesuai dengan paksaan Margin Level.
Selalu sisakan free margin. Jangan membuka posisi hingga menggunakan hampir seluruh dana jaminan di akun, karena bahkan pergerakan harga normal dalam jangka pendek pun dapat menguras buffer hingga terlalu sedikit.
Periksa kondisi margin call dan stop out dari broker sebelum membuka akun riil, karena angka persentase berbeda di setiap broker, dan beberapa mungkin menyesuaikan kondisi sendiri tanpa pemberitahuan yang jelas. Langkah-langkah untuk memeriksa transparansi broker ada di Cek Apakah Broker Forex Terpercaya? 7 Langkah Sebelum Deposit Dana
Perlu Diketahui: Trading Forex belum memiliki izin atau regulasi dari lembaga mana pun di Thailand. Bank of Thailand tidak memiliki kebijakan untuk mengeluarkan izin usaha Forex kepada individu (Referensi Thai PBS) dan SEC (Kantor Komisi Sekuritas dan Bursa) sendiri menegaskan bahwa bisnis Forex tidak berada di bawah pengawasan SEC, melainkan di bawah undang-undang kontrol valuta asing (Referensi The Standard)
Artikel ini dibuat hanya untuk memberikan pengetahuan umum, bukan merupakan saran investasi pribadi, dan tidak ada jaminan pengembalian apa pun. Trader harus mempelajari informasi lebih lanjut dan mengevaluasi risiko sendiri sebelum memutuskan.
Apa perbedaan margin call dan stop out?
Margin call adalah peringatan ketika margin level turun ke level yang ditentukan. Anda masih bisa memutuskan sendiri. Sedangkan stop out adalah penutupan posisi otomatis ketika margin level turun lebih rendah lagi dari itu, tanpa memerlukan persetujuan.
Berapa margin level yang aman?
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua broker. Namun secara umum, margin level di atas 150 persen dianggap memiliki buffer yang cukup. Semakin dekat angka tersebut ke 100 persen, semakin cepat risiko terkena peringatan. Anda harus memeriksa angka sebenarnya yang digunakan oleh broker Anda.
Apa yang harus dilakukan setelah terkena margin call?
Ada dua pilihan utama: menambah dana ke akun untuk menaikkan kembali margin level, atau menutup beberapa posisi untuk mengurangi used margin. Jika tidak melakukan apa-apa dan harga terus bergerak berlawanan arah, akun pada akhirnya akan masuk ke stop out.
Apakah menambah deposit benar-benar membantu?
Membantu dalam hal menaikkan margin level secara instan, namun tidak menyelesaikan akar penyebab mengapa margin level turun sejak awal. Jika ukuran posisi masih terlalu besar dibandingkan modal, penambahan dana hanyalah membeli waktu, bukan solusi jangka panjang.
Margin Call adalah sinyal peringatan, bukan hukuman. Ini memberitahukan bahwa dana jaminan di akun mulai tidak cukup untuk posisi yang dibuka, dan memberikan waktu untuk memutuskan sebelum sistem melakukan penutupan paksa melalui Stop Out. Yang benar-benar dapat dikendalikan adalah ukuran posisi dan penggunaan leverage, bukan menunggu untuk menambah dana saat hampir terkena panggilan.
Memahami hubungan antara margin, leverage, dan margin level membantu dalam merencanakan ukuran posisi secara rasional sejak awal, daripada harus menyelesaikan masalah saat akun sudah mendekati stop out. Biaya untuk mempertahankan posisi juga memiliki dimensi lain yang terkait, seperti biaya swap yang memengaruhi equity setiap malam saat posisi dipertahankan semalaman (Apa itu Swap Fee? Cara Menghitung Biaya Swap Semalaman), yang harus dipahami bersamaan sebelum menempatkan dana riil.
TrustFinance
TrustFinance helps financial companies build credibility and traders make safer choices through verified profiles, authentic reviews, and research-driven insights.