Apa itu FOMO? Psikologi Ketakutan Ketinggalan yang Wajib Diketahui Trader

User profile image

TrustFinance

Nov 12, 2025

8 min read

5

Apa itu FOMO? Psikologi Ketakutan Ketinggalan yang Wajib Diketahui Trader

Selama bertahun-tahun TrustFinance berkecimpung di dunia trading, kami telah melihat kisah berulang dari banyak trader, baik yang memiliki sistem bagus, pengetahuan mendalam, maupun yang baru memulai. Semua pernah mengalami hal yang sama: FOMO atau Fear of Missing Out, ketakutan akan kehilangan peluang profit yang menyebabkan banyak portofolio berakhir tak terduga.

Kami pernah melihat seorang trader rugi lebih dari 500.000 Baht dalam waktu kurang dari dua minggu hanya karena melihat teman-teman di grup trading memposting keuntungan secara berurutan. Dia buru-buru membuka order tanpa rencana, hanya berharap “tidak ketinggalan seperti orang lain”. Namun, pasar segera berbalik. Apa yang terjadi bukan karena kesalahan grafik, melainkan karena emosi yang disebut FOMO, musuh senyap yang paling merugikan trader di pasar.

Dan inilah yang ingin kami bagikan dari apa yang telah TrustFinance lihat, pelajari, dan amati dari banyak trader di seluruh dunia, agar Anda memahami apa itu FOMO, mengapa berbahaya, dan bagaimana hidup berdampingan dengannya secara bijak. Karena ini adalah salah satu dari 7 Psikologi Trading yang Akan Membuat Anda Bertahan di Pasar

Apa Itu FOMO dalam Trading?

FOMO adalah kondisi psikologis yang terjadi ketika trader merasa “kehilangan peluang” sementara orang lain mendapatkan keuntungan dari pasar. Gambar teman di grup memposting portofolio positif puluhan ribu, notifikasi dari grafik yang bergerak cepat, atau postingan dari guru yang menunjukkan hasil trading, semuanya memicu otak kita untuk aktif. Tubuh akan melepaskan hormon Cortisol yang merupakan hormon stres, dan seringkali, ini akan membawa kita pada keputusan yang terburu-buru.

Banyak trader masuk ke FOMO tanpa menyadarinya, misalnya, melihat harga emas melonjak tajam lalu buru-buru membuka posisi Buy meskipun dekat dengan resistance, atau melihat teman trading kripto dan mendapatkan keuntungan lalu buru-buru masuk tanpa belajar. Ini adalah emosi yang muncul sangat cepat. Kita tahu seharusnya tidak, tetapi “takut ketinggalan” sehingga tidak bisa menghentikan diri sendiri.

Penyebab Terjadinya FOMO dalam Trading

Dari pengamatan terhadap trader di seluruh dunia, kami menemukan bahwa FOMO seringkali disebabkan oleh 3 alasan utama:

1. Terlalu Banyak Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Era ini penuh dengan postingan yang menunjukkan keuntungan, portofolio hijau, tetapi tidak ada yang mengatakan berapa banyak kesalahan yang harus dilalui untuk mencapai itu. Melihat sisi baik orang lain saja membuat kita merasa “tertinggal” dan ingin segera menyusul.

2. Keinginan untuk Cepat Kaya
Banyak orang masuk pasar dengan target keuntungan 100% per bulan karena melihat iklan atau perkataan orang lain, menciptakan dorongan yang tidak realistis. Harapan inilah yang menjadi bahan bakar bagi FOMO untuk tumbuh.

3. Tidak Memiliki Rencana Trading yang Jelas
Trader yang tidak memiliki sistem cenderung trading berdasarkan emosi daripada data. Ketika melihat grafik bergerak atau sinyal muncul, mereka buru-buru masuk tanpa mengevaluasi risiko. Trading semacam ini seringkali berakhir dengan kerugian dan akumulasi stres.

Dampak FOMO Terhadap Trading

FOMO tidak hanya menyebabkan kesalahan pengambilan keputusan, tetapi juga membuat kita kehilangan “disiplin” yang merupakan inti dari trading. Dari data yang kami kumpulkan dari trader di komunitas TrustFinance, lebih dari 85% trading yang disebabkan oleh FOMO berakhir dengan kerugian, karena seringkali masuk pasar pada puncak gelombang, membeli mahal, menjual murah, dan membuka order terlalu banyak.

Dan yang paling sering terjadi setelah FOMO adalah Revenge Trade. Apa itu? Hentikan trading balas dendam sebelum portofolio hancur. Karena ketika rugi akibat takut ketinggalan, trader seringkali marah pada diri sendiri dan ingin “membalas dendam pada pasar”, yang mengakibatkan pembukaan posisi yang lebih besar tanpa analisis. Hasilnya adalah portofolio semakin rugi parah.

Kami pernah melihat banyak orang kehilangan 30% portofolio dalam satu hari karena mengejar pasar seperti ini, yang semuanya dimulai dari emosi sesaat yang disebut FOMO.

FOMO

Cara Efektif Mengendalikan FOMO

Setelah melihat banyak kasus yang berulang, kami menemukan bahwa mengelola FOMO tidak sesulit yang dibayangkan, hanya saja perlu memiliki sistem berpikir dan disiplin yang jelas.

1. Miliki Trading Plan yang Jelas
Rencanakan setiap hari “pasangan mana yang akan ditradingkan, di mana titik masuknya, berapa risikonya”, dan jangan pernah trading di luar rencana. Karena peluang yang tidak direncanakan seringkali menjadi jebakan yang membuat kita percaya bahwa “inilah saatnya yang tepat”.

2. Catat Trading Journal Secara Berkelanjutan
Kami merekomendasikan untuk membaca Buka Kunci Keuntungan! 5 Rahasia Mencatat Trading Journal ala Trader 1% Karena pencatatan adalah cermin yang jujur merefleksikan kebiasaan kita. Anda akan mulai melihat kapan Anda sering mengalami FOMO dan dapat merencanakan untuk menghindarinya.

3. Tetapkan Batas Kerugian Harian (Daily Loss Limit)
Aturan sederhana yang menyelamatkan banyak trader adalah “jika hari ini kerugian mencapai batas yang ditentukan, segera berhenti”, tidak peduli seberapa bagus sinyal yang terlihat. Konsep ini adalah salah satu prinsip yang telah kami jelaskan dalam Cara Trading Forex Agar Portofolio Tidak Hancur yang membantu trader bertahan di pasar lebih lama dari yang diperkirakan.

Membangun Kebiasaan untuk Melawan FOMO

FOMO akan selalu bersama kita, tetapi kita bisa melemahkannya dengan “kebiasaan” yang memperkuat stabilitas mental. Banyak trader yang kami ajak bicara memiliki kesamaan, yaitu mereka selalu menjaga kondisi mental mereka sebelum memulai trading, seperti meditasi singkat 10 menit di pagi hari, menulis tujuan harian, atau berolahraga sebelum membuka grafik.

Beberapa orang mengatakan bahwa membaca 7 Kebiasaan Harian yang Mengubah Anda Menjadi Trader Profesional membantu mereka membangun rutinitas yang lebih stabil. Ketika hidup memiliki disiplin, trading pun akan mengikuti dengan disiplin.

Hal lain yang kami lihat efektif adalah “mengurangi konsumsi media trading” yang memicu emosi, seperti grup yang memamerkan keuntungan atau memposting sinyal beli/jual. Karena hal-hal ini adalah sumber utama FOMO. Berfokus pada rencana sendiri daripada membandingkan diri dengan orang lain adalah cara untuk menenangkan pikiran dan trading dengan sadar dalam jangka panjang.

Kesimpulan

FOMO adalah pelajaran yang harus dihadapi setiap trader, dan tidak ada yang bisa menghindarinya selamanya. Yang penting adalah kita “hidup berdampingan dengannya secara bijak” daripada mencoba melarikan diri atau menyangkalnya.

Pasar akan buka setiap hari, peluang akan selalu ada. Tetapi yang membuat trader bertahan bukanlah kemampuan untuk masuk di setiap kesempatan, melainkan “kemampuan untuk menunggu momen yang tepat” dengan rencana yang jelas dan hati yang tidak goyah.

TrustFinance ingin semua orang ingat bahwa ketakutan akan kehilangan bukanlah musuh, jika kita cukup mengenalnya. Karena ketika kita bisa mengendalikan emosi, kita akan bisa mengendalikan portofolio. Dan ketika kita bisa mengendalikan portofolio, stabilitas dalam trading akan dimulai dari sana.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa itu FOMO dalam trading?
FOMO atau Fear of Missing Out adalah emosi takut kehilangan peluang profit, yang menyebabkan trader terburu-buru masuk order tanpa mengikuti rencana, hingga akhirnya seringkali merugi.

2. Bagaimana FOMO Terjadi?
Seringkali terjadi karena melihat orang lain mendapatkan keuntungan, melihat grafik bergerak cepat, atau membaca postingan di media sosial, lalu merasa ingin segera masuk trading tanpa analisis.

3. Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kita Mengalami FOMO?
Dapat diamati dari perasaan “takut ketinggalan”, “ingin masuk sekarang”, atau “jantung berdebar kencang saat melihat pasar bergerak”. Jika Anda memiliki emosi ini, berarti FOMO sedang mengendalikan Anda.

4. Bagaimana Cara Mengelola FOMO?
Miliki rencana trading yang jelas, catat Trading Journal, dan tetapkan batas kerugian harian (Daily Loss Limit) untuk menghentikan diri sebelum emosi mengambil alih.

5. Bisakah FOMO Hilang Sepenuhnya?
Tidak bisa hilang sepenuhnya, tetapi bisa dikendalikan dengan kesadaran dan disiplin. Menerima bahwa “kehilangan peluang” lebih baik daripada “kehilangan portofolio” adalah keterampilan yang harus dilatih oleh setiap trader profesional.


Sumber Informasi (Sources)

  1. Investopedia – Trading Psychology: What It Is and Why It Matters
    Memberikan pengetahuan dasar tentang psikologi trading dan cara mengelola emosi di pasar keuangan.
  2. DailyFX – How to Manage FOMO When Trading the Markets
    Artikel referensi dari tim analisis global yang menjelaskan perilaku FOMO dan dampaknya terhadap keputusan trading.
  3. Bloomberg – Fear of Missing Out Drives Retail Traders Back Into Markets
    Laporan dari kantor berita ekonomi terkemuka yang membahas tren FOMO di kalangan investor ritel di seluruh dunia.
  4. Psychology Today – The Science Behind Fear of Missing Out (FOMO)
    Penelitian psikologis yang menjelaskan mekanisme otak dan emosi yang menyebabkan FOMO pada investor.
  5. Harvard Business Review – Managing Emotions in Financial Decision Making
    Artikel dari Harvard yang menekankan pengelolaan emosi dan pengambilan keputusan keuangan secara sadar.

Ditulis oleh

User profile image

TrustFinance

TrustFinance helps financial companies build credibility and traders make safer choices through verified profiles, authentic reviews, and research-driven insights.