TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 04, 2026
2 min read
2

CEO Tether, Paolo Ardoino, menanggapi apa yang ia sebut sebagai "kesalahpahaman" mengenai rencana penggalangan dana perusahaan. Hal ini menyusul laporan media bahwa Tether mengurangi ambisinya setelah penolakan investor terhadap valuasi yang diusulkan sebesar $500 miliar.
Laporan menunjukkan bahwa penasihat Tether mempertimbangkan untuk mengumpulkan dana sekecil $5 miliar, penurunan dari kisaran awal $15 miliar hingga $20 miliar. Ardoino mengklarifikasi bahwa kisaran awal ini adalah maksimum hipotetis, bukan target penggalangan dana yang pasti. Ia menegaskan ada "minat yang signifikan" terhadap perusahaan dengan valuasi $500 miliar.
Sebagai penerbit USDT, stablecoin terbesar di dunia dengan peredaran $187 miliar, stabilitas Tether sangat penting bagi pasar kripto. Klarifikasi CEO ini bertujuan untuk meyakinkan investor akan posisi keuangan perusahaan yang kuat, dengan proyeksi keuntungan yang diperkirakan akan melampaui $10 miliar pada tahun 2025.
Pernyataan ini bertujuan untuk menstabilkan persepsi pasar terhadap strategi pertumbuhan Tether. Perusahaan menekankan bahwa setiap potensi penggalangan dana dipandu oleh keselarasan jangka panjang dengan mitra, bukan urgensi. Pelaku pasar akan memantau pengumuman resmi untuk mengukur arah strategis Tether.
T: Apa kesalahpahaman tentang penggalangan dana Tether?
J: Kisaran awal $15-$20 miliar adalah skenario maksimum hipotetis, bukan target penggalangan dana yang pasti, menurut CEO Paolo Ardoino.
T: Berapa valuasi yang diusulkan Tether?
J: Diskusi berpusat pada valuasi yang diusulkan sebesar $500 miliar, yang dilaporkan telah menarik minat investor yang signifikan.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait