TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2月 04, 2026
2 min read
6

Michael Fiddelke, Chief Executive Officer baru Target, menyatakan bahwa peritel tersebut kehilangan kepercayaan dari pembeli dan karyawannya karena identitas perusahaan yang tidak jelas. Dalam pertemuan umum pertamanya, ia berjanji untuk membangun kembali hubungan ini dan memperbaiki kebingungan yang telah memengaruhi merek tersebut.
Pengumuman ini muncul saat Target menavigasi periode tantangan signifikan, termasuk penurunan penjualan yang berkepanjangan dan boikot terkait inisiatif keberagaman dan inklusi perusahaan. Fiddelke mencatat bahwa sikap perusahaan yang tidak jelas merugikan posisinya di mata konsumen dan staf. Perusahaan sebelumnya mengumumkan pemotongan 1.800 posisi korporat, menandai PHK besar pertamanya dalam hampir satu dekade.
Di bawah kepemimpinan Fiddelke, prioritas strategis adalah memperjelas posisi merek dan terhubung kembali dengan basis pelanggannya. Langkah ini dipandang sebagai langkah krusial untuk mengatasi penurunan penjualan dan memulihkan kepercayaan investor. Pasar akan mengamati dengan cermat bagaimana upaya pemulihan ini diterjemahkan menjadi kinerja dan memengaruhi nilai saham Target dalam periode fiskal mendatang.
Target sedang memulai upaya signifikan untuk memperbaiki reputasi mereknya dan mendapatkan kembali pijakan pasar. Keberhasilan perubahan haluan ini akan bergantung pada implementasi strategi yang efektif yang memulihkan kepercayaan di antara pelanggan dan karyawan, mengubah komitmen Fiddelke menjadi hasil yang nyata.
T: Siapa CEO baru Target?
J: CEO baru Target adalah Michael Fiddelke, yang mengambil alih peran tersebut pada bulan Februari.
T: Apa masalah utama yang diidentifikasi oleh CEO baru di Target?
J: Masalah utama yang diidentifikasi adalah hilangnya kepercayaan dari pembeli dan karyawan, yang berasal dari kurangnya kejelasan tentang identitas dan nilai-nilai perusahaan.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait