TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 04, 2026
2 min read
1

Upaya stabilisasi mata uang Korea Selatan menghadapi hambatan besar dari investor ritelnya sendiri, yang selera rekornya terhadap saham AS memicu permintaan dolar dan mendorong won ke level terendah dalam 17 tahun.
Meskipun ada insentif pemerintah untuk merepatriasi dana, investor Korea, yang dikenal sebagai 'semut', memegang hampir $171 miliar dalam saham luar negeri pada akhir Januari. Pembelian bersih ekuitas AS melonjak menjadi $5,0 miliar bulan lalu, lebih dari dua kali lipat dari bulan Desember, menandakan preferensi kuat terhadap Wall Street.
Permintaan domestik terhadap dolar ini telah diidentifikasi sebagai pendorong utama pelemahan won, mengikis langkah-langkah kebijakan resmi. Tren ini menunjukkan batasan alat yang ada dan memaksa pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali strategi pengelolaan stabilitas mata uang terhadap arus keluar yang didorong pasar yang kuat.
Kepercayaan investor yang berkelanjutan terhadap pasar AS menunjukkan bahwa tekanan penurunan pada won kemungkinan akan berlanjut. Para pembuat kebijakan menghadapi tugas kompleks untuk menyeimbangkan dukungan mata uang dengan sentimen investor yang menyukai ekuitas asing karena kinerja superior yang mereka rasakan.
T: Mengapa investor Korea membeli saham AS?
J: Mereka percaya perusahaan AS menawarkan pertumbuhan jangka panjang yang lebih baik dan frustrasi dengan kinerja saham yang buruk selama bertahun-tahun di pasar domestik.
T: Berapa banyak yang telah diinvestasikan investor Korea ke saham asing?
J: Mereka memegang rekor hampir $171 miliar dalam saham luar negeri per 29 Januari, dengan pembelian bersih saham AS mencapai $5,0 miliar bulan lalu.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait