Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Agt 26, 2026
2 min read
0

Harga minyak anjlok tajam menyusul perluasan sanksi AS terhadap Iran. Para pedagang memandang pergeseran ke tekanan ekonomi sebagai risiko yang lebih rendah bagi pasokan minyak dibandingkan konflik militer, menyebabkan harga berjangka minyak mentah Brent dan WTI turun lebih dari 3%.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan langkah-langkah baru, meredakan kecemasan pasar atas eskalasi militer. Analis mencatat sanksi tersebut tidak seberat yang diantisipasi, menghidupkan kembali harapan untuk pembicaraan AS-Iran dan upaya mediasi untuk "koridor navigasi sementara bersama" di Selat Hormuz.
Harga berjangka minyak mentah Brent turun 3,9% menjadi $88,58 per barel, level terendah dalam seminggu. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 3,1% menjadi $82,36, level terendah sejak 13 Agustus. Namun, para ahli memperingatkan harga dapat berbalik tajam jika Iran membalas secara militer, karena risiko gangguan pasokan di jalur perairan penting tetap ada.
Pasar saat ini memprioritaskan de-eskalasi, namun risiko geopolitik tetap ada. Harga minyak di masa depan akan bergantung pada efektivitas sanksi, respons Iran, dan keamanan pelayaran regional.
T: Mengapa harga minyak turun?
J: Harga minyak turun karena perluasan sanksi AS terhadap Iran dianggap kurang mengancam pasokan minyak global dibandingkan potensi konflik militer.
T: Apa dampak langsung terhadap harga minyak mentah?
J: Harga berjangka minyak mentah Brent turun 3,9% menjadi $88,58, dan harga berjangka minyak mentah WTI AS turun 3,1% menjadi $82,36.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait