Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Ogs 26, 2026
2 min read
0

Hampir separuh pasokan minyak dunia, sekitar 45 juta barel per hari, kini berasal dari negara-negara yang dilanda konflik berkelanjutan. Situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, ditandai oleh gangguan besar, merupakan krisis pasokan minyak terbesar yang pernah tercatat, berdampak signifikan pada pasar energi global dan inflasi.
Konflik-konflik utama meliputi perang Iran selama enam bulan, yang menyebabkan masalah pasokan besar, di samping perang Rusia-Ukraina yang telah mengurangi kapasitas produksi dan penyulingan. Ketegangan lebih lanjut muncul dari konflik yang sedang berlangsung di Libya dan pembatasan AS terhadap ekspor minyak Venezuela. Krisis gabungan ini menyumbang lebih dari 43% pasokan global berdasarkan output tahun 2025, menurut perhitungan Reuters menggunakan data Badan Energi Internasional.
Gangguan pasokan yang parah telah menyebabkan peningkatan ketergantungan global pada minyak AS. Konflik-konflik tersebut juga telah memangkas kapasitas penyulingan global sekitar sepersepuluh, memperburuk kelangkaan bahan bakar. Harga bahan bakar yang lebih tinggi telah menjadi pendorong utama inflasi, berkontribusi pada peningkatan biaya pinjaman dan mendorong utang nasional AS ke tingkat rekor. Meskipun ada pelepasan cadangan darurat dalam jumlah rekor oleh IEA, persediaan global terus menurun.
Ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung menimbulkan risiko tinggi terhadap total aliran minyak, tanpa ada resolusi yang jelas. Pasar akan memantau dengan cermat perkembangan di zona konflik dan efek riaknya terhadap harga energi global serta stabilitas ekonomi.
T: Berapa persentase pasokan minyak global yang terpengaruh oleh konflik?
J: Sekitar 43% pasokan minyak global berasal dari negara-negara yang dilanda konflik.
T: Bagaimana gangguan-gangguan ini berdampak pada ekonomi global?
J: Gangguan-gangguan ini telah mendorong harga bahan bakar lebih tinggi, memperburuk inflasi, meningkatkan biaya pinjaman, dan menekan kapasitas penyulingan global.
T: Apa respons IEA?
J: IEA telah melepaskan volume rekor dari cadangan darurat, meskipun pelepasan ini sebagian besar telah selesai dan persediaan terus menurun.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.