TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 04 20, 2026
2 min read
19

Operator pusat data Australia, NEXTDC Ltd, berencana untuk menggalang modal sekitar A$2,2 miliar. Langkah ini didorong oleh lonjakan signifikan dalam permintaan kapasitas pusat data, terutama dari pelanggan hyperscale dan kecerdasan buatan.
Penggalangan dana ini terdiri dari penawaran hak beli (entitlement offer) non-renounceable yang dipercepat secara pro-rata senilai A$1,5 miliar yang dijamin penuh, serta penawaran sekuritas hibrida yang diperluas senilai A$1,7 miliar. Perusahaan melaporkan peningkatan 60% dalam utilisasi terkontrak pro forma sejak Desember, mencapai 667MW, dengan buku pesanan ke depan (forward order book) tumbuh 83% menjadi 544MW.
Saham baru akan ditawarkan dengan harga A$12,70 per saham, mewakili diskon 8,6% dari harga teoritis ex-hak. Hasil dari penggalangan dana ini akan membiayai pengembangan fasilitas S4-nya yang dipercepat di Western Sydney. Akibatnya, panduan belanja modal (capital expenditure) untuk tahun fiskal 2026 telah ditingkatkan hingga A$3 miliar, mencerminkan visibilitas pertumbuhan jangka panjang yang kuat.
NEXTDC mengantisipasi bahwa pendapatan terkontrak dari kapasitas yang ada pada akhirnya akan melampaui A$1 miliar. Penggalangan dana ini memposisikan perusahaan untuk memenuhi permintaan yang meningkat dan memperkuat kepemimpinan pasarnya di sektor infrastruktur digital yang berkembang pesat di kawasan ini.
T: Mengapa NEXTDC menggalang modal?
J: Untuk membiayai pengembangan pusat datanya yang dipercepat, termasuk fasilitas S4 di Western Sydney, guna memenuhi lonjakan permintaan dari klien AI dan hyperscale.
T: Berapa banyak modal yang digalang NEXTDC?
J: Perusahaan berencana menggalang sekitar A$2,2 miliar melalui kombinasi penawaran hak beli (entitlement offer) dan penawaran sekuritas hibrida.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

29 Thg 04 2026
Saham Ingersoll Rand Turun Akibat Prakiraan Laba Lemah