TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
4月 13, 2026
2 min read
3

Dolar AS melonjak terhadap sekeranjang mata uang utama di awal perdagangan Asia, didorong oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks Dolar AS, yang mengukur mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,5% menjadi 99,187, titik tertingginya sejak 7 April.
Penguatan ini menyusul kegagalan pembicaraan damai antara Washington dan Teheran. Sebagai tanggapan, AS mengumumkan Angkatan Lautnya akan memulai blokade semua lalu lintas maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran, termasuk Selat Hormuz yang krusial, mulai Senin. Perkembangan ini telah memicu sentimen penghindaran risiko yang signifikan di kalangan investor, yang kini mencari aset yang lebih aman.
Kekuatan dolar bersifat luas. Euro turun 0,5% menjadi $1,1667, dan pound Inggris turun 0,6% menjadi $1,3383. Mata uang yang terkait komoditas juga terpukul, dengan dolar Australia turun 0,8% menjadi $0,7014 dan dolar Selandia Baru kehilangan 0,7% menjadi $0,5798. Analis mencatat penguatan USD adalah respons langsung terhadap suasana penghindaran risiko yang berlaku.
Dolar AS saat ini berfungsi sebagai aset safe-haven utama di tengah meningkatnya ketidakstabilan geopolitik. Pelaku pasar akan memantau dengan cermat perkembangan lebih lanjut mengenai blokade angkatan laut AS dan potensi respons dari Iran, karena peristiwa-peristiwa ini akan terus menentukan pergerakan pasar mata uang.
Q: Mengapa dolar AS menguat?
A: Dolar menguat sebagai aset safe-haven karena peningkatan risiko geopolitik setelah pembicaraan damai AS-Iran gagal, yang mengarah pada rencana blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Q: Mata uang mana saja yang paling terpengaruh oleh penguatan dolar?
A: Mata uang utama termasuk euro, pound Inggris, dolar Australia, dan dolar Selandia Baru semuanya melemah secara signifikan terhadap penguatan dolar AS.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait