TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Jan 30, 2026
2 min read
1

Perusahaan ekuitas swasta AS, Carlyle, telah memulai pembicaraan penjajakan dengan investor di Uni Emirat Arab untuk membentuk kemitraan guna potensi akuisisi aset internasional perusahaan Rusia, Lukoil. Diskusi ini bergantung pada kelanjutan perjanjian awal antara Carlyle dan Lukoil.
Kesepakatan yang diusulkan melibatkan berbagai aset Lukoil, termasuk ladang minyak dan kilang, tidak termasuk operasi di Kazakhstan. Meskipun belum ada valuasi resmi yang diungkapkan, sumber-sumber menilai portofolio tersebut sekitar $20 miliar. Transaksi ini memerlukan persetujuan dari Kantor Pengawasan Aset Asing AS (OFAC) karena sanksi terhadap produsen Rusia tersebut.
Investor Abu Dhabi yang dikendalikan negara, Mubadala, XRG, dan IHC, dilaporkan sedang dalam pembicaraan dengan Carlyle, dengan sumber-sumber mengindikasikan minat kuat pada unit perdagangan Lukoil, Litasco. Setiap hasil dari penjualan harus ditempatkan di rekening beku yang dikendalikan AS sampai sanksi dicabut, sebuah kondisi utama yang ditetapkan oleh otoritas AS.
Hasil negosiasi ini masih belum pasti karena Carlyle menyelesaikan uji tuntasnya. Kemajuan kesepakatan ini bergantung pada penanganan sanksi AS dan penyelesaian persyaratan sebelum batas waktu 28 Februari yang ditetapkan oleh Departemen Keuangan AS bagi Lukoil untuk menjual portofolio globalnya. Potensi masuknya mitra UEA dapat membentuk kembali struktur kepemilikan aset energi penting ini.
T: Dengan siapa Carlyle bernegosiasi?
J: Carlyle sedang dalam pembicaraan penjajakan dengan investor yang dikendalikan negara UEA, termasuk Mubadala, XRG, dan IHC.
T: Berapa perkiraan nilai aset Lukoil?
J: Sumber tidak resmi telah menilai portofolio aset tersebut sekitar $20 miliar.
T: Apakah kesepakatan sudah final?
J: Tidak, ini adalah perjanjian awal yang masih menunggu uji tuntas dan persetujuan dari otoritas sanksi AS.
Sumber: investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait