TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 06, 2026
2 min read
1

Saham-saham Asia sebagian besar melemah pada hari Jumat, dipengaruhi oleh penurunan saham teknologi dan sikap hawkish dari Reserve Bank of Australia. ASX 200 Australia menjadi kinerja terburuk di kawasan ini, sementara pasar Jepang mencatat kenaikan menjelang pemilihan umum nasional yang penting.
Penurunan ini mengikuti sinyal lemah dari sektor teknologi Wall Street. KOSPI Korea Selatan turun 1,7%, dan indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,3%. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 dan TOPIX Jepang masing-masing naik sekitar 0,7%, menunjukkan ketahanan di tengah kemerosotan regional.
ASX 200 Australia anjlok sebanyak 2% setelah Gubernur RBA Michele Bullock memperingatkan bahwa permintaan domestik yang lebih kuat dapat menjaga inflasi tetap tinggi. Komentarnya mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut, yang menyebabkan aksi jual tajam pada saham-saham lokal.
Ekuitas Jepang menguat karena investor fokus pada pemilihan umum nasional yang akan datang. Jajak pendapat menunjukkan kemungkinan kemenangan bagi partai yang berkuasa, yang dapat membuka jalan bagi lebih banyak stimulus fiskal untuk mendukung perekonomian.
Arah pasar kemungkinan akan dipandu oleh komentar bank sentral dan hasil pemilihan Jepang. Investor memantau dengan cermat tanda-tanda pengetatan moneter lebih lanjut, terutama dari RBA, yang dapat terus menekan ekuitas regional.
T: Mengapa saham Australia anjlok tajam?
J: ASX 200 anjlok signifikan setelah pernyataan hawkish Gubernur RBA Michele Bullock yang mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memerangi inflasi.
T: Apa yang mendukung pasar saham Jepang?
J: Saham Jepang naik karena optimisme investor seputar pemilihan umum nasional yang akan datang, dengan ekspektasi peningkatan belanja fiskal jika partai yang berkuasa saat ini mengamankan mayoritas kuat.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait