TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 06, 2026
2 min read
1

Industri penerbangan global menghadapi gangguan rantai pasokan yang persisten, yang kini dianggap sebagai 'normal baru' oleh para eksekutif. Krisis ini dipicu oleh permintaan penumpang yang sangat tinggi, tantangan geopolitik, dan efek pandemi yang masih terasa, menyebabkan penundaan pengiriman yang signifikan dan tekanan operasional bagi maskapai penerbangan maupun produsen.
Perjalanan udara pasca-pandemi telah melonjak, dengan lalu lintas penumpang tahun 2025 tercatat 9,3 persen di atas level tahun 2019. Lonjakan ini memaksa maskapai penerbangan untuk memperpanjang masa pakai pesawat yang lebih tua dan kurang efisien karena penundaan pengiriman dari Boeing dan Airbus. Pemasok melaporkan bahwa waktu tunggu untuk komponen dan material penting seperti titanium telah membentang dari 20 minggu menjadi lebih dari setahun, menciptakan hambatan produksi yang parah.
Gangguan-gangguan ini menimbulkan kerugian finansial yang besar. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan bahwa maskapai penerbangan akan menanggung biaya tambahan sebesar $11 miliar pada tahun 2025. Biaya-biaya ini berasal dari konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi, peningkatan perawatan untuk armada yang menua, dan kebutuhan untuk menyewa mesin cadangan guna mengurangi pembatalan penerbangan, yang secara langsung memengaruhi profitabilitas maskapai.
Para pemimpin industri menyatakan keprihatinan bahwa tantangan rantai pasokan ini akan tetap ada. Meskipun produsen mesin seperti CFM International telah meningkatkan produksi, tingkat permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terus melampaui kapasitas rantai pasokan untuk memenuhi. Maskapai penerbangan dan pelancong harus mengantisipasi penundaan yang berkelanjutan dan biaya operasional yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
**T:** Mengapa rantai pasokan penerbangan terganggu?
**J:** Gangguan ini disebabkan oleh kombinasi permintaan penumpang yang sangat tinggi, masalah geopolitik yang memengaruhi akses bahan baku, dan pemulihan kapasitas manufaktur yang lambat pasca-pandemi.
**T:** Apa dampak finansial terhadap maskapai penerbangan?
**J:** Maskapai penerbangan menghadapi perkiraan biaya tambahan sebesar $11 miliar pada tahun 2025 dari penggunaan pesawat yang lebih tua, termasuk biaya bahan bakar, perawatan, dan penyewaan mesin yang lebih tinggi.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait