Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 01, 2026
2 min read
54

Yen Jepang dan Franc Swiss, keduanya dianggap sebagai aset safe-haven, menguat saat pasar mata uang dibuka setelah akhir pekan yang ditandai oleh serangan militer signifikan di Iran oleh Amerika Serikat dan Israel. Euro mengalami penurunan, mencerminkan pergeseran luas dari aset-aset berisiko. Euro turun 0,34% menjadi $1,1776, sementara dolar AS merosot 0,26% terhadap mata uang Jepang menjadi 155,65 yen.
Tindakan militer telah memperkenalkan volatilitas signifikan ke pasar global, menciptakan ketidakpastian di berbagai sektor mulai dari pelayaran dan perjalanan udara hingga energi. Eskalasi di Timur Tengah, pusat perdagangan dan energi global yang penting, telah mendorong investor untuk mencari perlindungan pada aset-aset yang secara tradisional stabil. Pelarian ke aset aman ini terlihat jelas dalam perdagangan awal, dengan ekuitas negara-negara Teluk menurun pada hari Minggu dan Boursa Kuwait menangguhkan perdagangan di tengah kekhawatiran ketidakstabilan regional.
Pendorong utama sentimen pasar yang lebih luas diperkirakan adalah reaksi di pasar energi. Analis mengantisipasi kenaikan tajam harga minyak, dengan pasar over-the-counter dilaporkan menunjukkan kenaikan sekitar 10%. Potensi lonjakan biaya energi ini dapat memicu inflasi dan mengganggu aktivitas bisnis. Akibatnya, pasar saham diperkirakan akan dibuka lebih rendah, sementara aset safe-haven lainnya seperti emas diproyeksikan melonjak.
Pergerakan mata uang tertentu menyoroti sentimen penghindaran risiko pasar. Euro tidak hanya melemah terhadap dolar tetapi juga turun 0,5% terhadap Franc Swiss menjadi 0,9039, titik terendah sejak 2015. Sementara dolar AS melemah terhadap yen, ia menguat terhadap pound Inggris dan dolar Australia, menunjukkan reaksi kompleks di berbagai pasangan mata uang.
Pasar bersiap menghadapi periode volatilitas yang meningkat yang didorong oleh peristiwa geopolitik di Timur Tengah. Reaksi langsung menunjukkan preferensi yang jelas untuk mata uang safe-haven seperti yen dan franc. Lintasan harga minyak akan menjadi faktor penting bagi investor untuk dipantau, karena akan sangat memengaruhi ekspektasi inflasi, kebijakan bank sentral, dan kinerja ekuitas global dalam beberapa hari mendatang.
T: Mengapa Yen Jepang dan Franc Swiss menguat?
J: Keduanya dianggap mata uang safe-haven, yang biasanya dibeli investor selama masa ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar yang signifikan untuk melindungi modal mereka.
T: Apa dampak langsung terhadap Euro?
J: Euro turun 0,34% terhadap dolar AS menjadi $1,1776 dan juga anjlok 0,5% terhadap franc Swiss, mencapai level terendah terhadap franc sejak 2015.
T: Apa dampak yang diharapkan terhadap harga minyak?
J: Analis memperkirakan minyak akan dibuka jauh lebih tinggi, dengan beberapa laporan dari pasar over-the-counter menunjukkan kenaikan harga sekitar 10% karena kekhawatiran gangguan pasokan.
Sumber: Reuters via Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.