TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mei 18, 2026
2 min read
7

Sebagian besar mata uang Asia melemah pada hari Senin, tertekan oleh penguatan dolar AS di tengah kekhawatiran geopolitik seputar Iran dan data ekonomi Tiongkok yang mengecewakan. Indeks dolar naik 0,1% karena investor berbondong-bondong ke aset safe-haven tersebut.
Kekhawatiran atas dampak inflasi dari konflik Iran dan kenaikan harga minyak mendorong aksi jual di pasar Asia. Hal ini diperparah oleh angka ekonomi Tiongkok yang mengecewakan untuk bulan April. Indikator-indikator utama, termasuk produksi industri dan penjualan ritel, tumbuh kurang dari yang diperkirakan, dengan pertumbuhan penjualan ritel merosot ke level terendah dalam tiga tahun. Data ini menunjukkan perlambatan ekonomi yang berkelanjutan dan permintaan domestik yang lesu.
Yuan Tiongkok (USD/CNY) naik 0,1% setelah rilis data. Mata uang regional lainnya juga mundur, termasuk yen Jepang (USD/JPY), yang melihat imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang melonjak ke level tertinggi dalam 29 tahun. Dolar Australia (AUD/USD) turun 0,3%, sementara won Korea Selatan (USD/KRW) tertinggal dari mata uang lainnya dengan kenaikan 0,5%. Rupee India tetap mendekati rekor tertinggi, terpengaruh oleh lonjakan harga minyak.
Sentimen pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap inflasi global serta kebijakan bank sentral. Dolar yang kuat kemungkinan akan terus memberikan tekanan pada mata uang Asia dalam waktu dekat.
**T:** Mengapa mata uang Asia melemah?
**J:** Mereka terutama tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat, yang menguat karena kekhawatiran atas dampak inflasi konflik Iran dan data ekonomi Tiongkok yang mengecewakan.
**T:** Bagaimana data Tiongkok memengaruhi yuan?
**J:** Data produksi industri dan penjualan ritel bulan April yang lebih lemah dari perkiraan menandakan perlambatan ekonomi yang berkelanjutan, menyebabkan yuan melemah terhadap dolar AS.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.