TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2月 20, 2026
2 min read
5

Indeks saham utama Wall Street memulai sesi perdagangan dengan catatan negatif menyusul rilis data ekonomi baru. Laporan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada kuartal keempat, sementara angka inflasi bulan Desember menunjukkan kenaikan, memicu ketidakpastian investor.
Pada bel pembukaan pukul 09:30 pagi, Dow Jones Industrial Average turun 169,22 poin, atau 0,34%, menjadi 49.225,94. S&P 500 mencatat penurunan serupa, kehilangan 23,64 poin, atau 0,34%, diperdagangkan pada 6.838,25. Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi mengalami penurunan yang lebih signifikan, kehilangan 128,79 poin, atau 0,57%, dibuka pada 22.553,94.
Penurunan awal pasar adalah respons langsung terhadap sinyal makroekonomi terbaru. Kombinasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang lebih lemah dari perkiraan bersamaan dengan kenaikan inflasi memperumit prospek kebijakan moneter Federal Reserve di masa depan, terutama mengenai arah suku bunga.
Investor akan tetap fokus pada laporan inflasi yang akan datang dan komentar dari pejabat bank sentral untuk mengukur arah ekonomi. Reaksi pasar menggarisbawahi sensitivitasnya terhadap data yang dapat memengaruhi keputusan Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.
T: Mengapa pasar saham AS dibuka lebih rendah?
J: Pasar dibuka lebih rendah sebagai reaksi terhadap data pemerintah yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat lebih dari yang diantisipasi dan inflasi meningkat pada bulan Desember.
T: Indeks utama mana saja yang terpengaruh?
J: Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite semuanya dibuka di wilayah negatif.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait