TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 23, 2026
2 min read
36

Kontrak berjangka indeks saham AS menurun pada Minggu malam, menandakan berlanjutnya pelemahan bagi Wall Street yang telah mengalami kerugian selama empat minggu berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor atas konflik yang meningkat setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan tenggat waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Pada pukul 19:50 ET, Kontrak Berjangka S&P 500 turun 0,3%, Kontrak Berjangka Nasdaq 100 turun hampir 0,4%, dan Kontrak Berjangka Dow Jones merosot 0,16%. Ultimatum tersebut mengancam tindakan AS terhadap infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz, jalur untuk sekitar 20% minyak dunia, tetap ditutup. Iran telah menanggapi dengan ancamannya sendiri, meningkatkan ketidakpastian pasar.
Konflik tersebut telah menyebabkan kenaikan tajam harga minyak, memicu kekhawatiran inflasi yang didorong oleh energi. Perkembangan ini menambah tekanan pada bank sentral global, termasuk Federal Reserve, untuk mempertahankan sikap hawkish terhadap suku bunga. Selama 30 hari terakhir, indeks utama AS telah turun antara 4% dan 7% karena perang yang sedang berlangsung dan data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan.
Investor memantau ketat situasi geopolitik. Lintasan pasar bergantung pada penyelesaian tenggat waktu dan dampaknya terhadap pasokan energi global serta inflasi. Konflik yang berkelanjutan diperkirakan akan mempertahankan volatilitas di seluruh aset berisiko.
T: Mengapa kontrak berjangka saham AS jatuh?
J: Mereka jatuh karena meningkatnya risiko geopolitik dari tenggat waktu AS kepada Iran mengenai Selat Hormuz, yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan gangguan ekonomi.
T: Apa pentingnya Selat Hormuz?
J: Ini adalah jalur pelayaran penting yang memasok sekitar 20% dari total konsumsi minyak dan gas dunia, menjadikannya vital untuk stabilitas energi global.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait