TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
5月 02, 2026
2 min read
3

Tujuh anggota OPEC+ mencapai kesepakatan prinsip untuk meningkatkan target produksi minyak sekitar 188.000 barel per hari (bph) untuk bulan Juni. Keputusan ini diambil meskipun ada pengumuman mengejutkan baru-baru ini dari Uni Emirat Arab untuk meninggalkan kelompok tersebut efektif mulai 1 Mei.
Penyesuaian ini sebagian besar bersifat simbolis karena pasar bergulat dengan gangguan yang jauh lebih besar dari konflik AS-Israel dengan Iran, yang telah menghentikan sebagian besar pengiriman melalui Selat Hormuz. Blokade ini telah menghambat ekspor dari produsen utama seperti Arab Saudi dan Irak. Data dari bulan Maret menunjukkan produksi minyak mentah OPEC+ turun secara signifikan sebesar 7,70 juta bph dari Februari karena kendala ini.
Mengingat gangguan pasokan yang ada, peningkatan produksi yang direncanakan tidak diharapkan mengubah dinamika pasokan global secara signifikan. Fokus pasar tetap tertuju pada situasi geopolitik dan volume ekspor aktual dari wilayah Teluk, daripada pada kuota produksi resmi. Tujuh negara yang terlibat dalam keputusan ini meliputi Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman.
OPEC+ mempertahankan strateginya untuk penyesuaian bertahap, mengisyaratkan pendekatan bisnis seperti biasa. Namun, pendorong utama harga minyak akan terus menjadi konflik yang sedang berlangsung dan hambatan logistik, dengan para pedagang memantau dengan cermat setiap perkembangan yang memengaruhi Selat Hormuz.
T: Mengapa kenaikan produksi OPEC+ dianggap simbolis?
J: Kenaikan 188.000 bph ini kecil dibandingkan dengan jutaan barel per hari yang sudah hilang dari pasar akibat konflik dan gangguan pengiriman di Selat Hormuz.
T: Negara mana saja yang berpartisipasi dalam keputusan ini?
J: Ketujuh anggota tersebut adalah Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Rusia, dan Oman.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait