Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Apr 15, 2026
2 min read
38

CEO Volkswagen Tiongkok, Ralf Brandstaetter, telah mengeluarkan peringatan keras mengenai persaingan yang semakin ketat dan potensi kontraksi di pasar otomotif Tiongkok, sebuah skenario yang belum pernah terjadi sejak 2018. Ini menandakan pergeseran signifikan bagi pasar mobil terbesar di dunia dan strategi produsen mobil Jerman tersebut di dalamnya.
Brandstaetter menggambarkan pasar yang datar pada tahun 2026 sebagai "skenario terbaik". Menanggapi lingkungan yang menantang ini, Volkswagen telah merevisi proyeksi penjualan jangka panjangnya untuk Tiongkok, kini memperkirakan akan menjual 26 juta mobil setiap tahunnya pada tahun 2030, penurunan dari perkiraan sebelumnya sebesar 28 juta.
Produsen mobil Jerman ini secara aktif mempertahankan posisinya dari merek-merek lokal yang sedang naik daun seperti BYD. Meskipun Volkswagen berhasil merebut kembali posisi teratas penjualan asing pada kuartal pertama, Brandstaetter menekankan bahwa era "keuntungan super" telah berakhir karena lanskap persaingan pasar yang sengit. Perusahaan ini berfokus pada peluncuran model listrik dan hibrida baru dengan mitra lokal.
Volkswagen mengantisipasi periode persaingan sengit yang berkepanjangan, menggeser strateginya dari memaksimalkan margin keuntungan menjadi mempertahankan pangsa pasar melalui inovasi dan kemitraan lokal strategis. Kinerja pasar akan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
T: Mengapa persaingan di pasar mobil Tiongkok meningkat?
J: Munculnya merek-merek EV lokal yang kuat dan berakhirnya subsidi pemerintah telah menciptakan lanskap persaingan yang sangat ketat.
T: Berapa proyeksi penjualan Volkswagen yang direvisi untuk Tiongkok?
J: Volkswagen kini memperkirakan akan menjual 26 juta mobil setiap tahunnya di Tiongkok pada tahun 2030, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 28 juta.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait