Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
May 04, 2026
2 min read
24

Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara terbuka mendesak Tiongkok untuk meningkatkan upaya diplomatik guna membujuk Iran agar membuka Selat Hormuz untuk pelayaran internasional. Masalah ini akan menjadi topik utama selama KTT mendatang antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Bessent menyoroti pengaruh signifikan Tiongkok, mencatat bahwa negara itu membeli 90% ekspor energi Iran. Ia menyerukan Tiongkok untuk bergabung dalam "operasi internasional" untuk mengamankan selat tersebut dan mendesak Beijing serta Moskow untuk berhenti memblokir resolusi terkait di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirancang untuk melindungi pelayaran komersial.
Menteri Keuangan menegaskan bahwa operasi angkatan laut AS akan menstabilkan jalur air strategis tersebut dan membantu menurunkan harga minyak. Ia mengkarakteristikkan lonjakan biaya bahan bakar baru-baru ini sebagai "penyimpangan sementara," menyatakan keyakinan bahwa harga akan turun dengan cepat seiring pasar menjadi cukup pasokan dan situasi terselesaikan.
KTT Trump-Xi mendatang akan menjadi titik fokus penting untuk menyelesaikan ketegangan geopolitik ini. Hasilnya diharapkan akan memengaruhi stabilitas pasar energi global dan hubungan AS-Tiongkok yang lebih luas, dengan kedua pemimpin bertujuan untuk menjaga stabilitas meskipun ada tantangan diplomatik yang kompleks.
T: Mengapa AS meminta Tiongkok untuk campur tangan dengan Iran?
J: Karena Tiongkok adalah pembeli minyak Iran terbesar, hubungan ekonominya memberikan pengaruh diplomatik yang signifikan untuk memengaruhi tindakan Iran.
T: Apa dampak yang diharapkan terhadap harga minyak?
J: Para pejabat AS mengantisipasi bahwa penyelesaian blokade Selat Hormuz akan menyebabkan harga bahan bakar yang tinggi, yang digambarkan sebagai "lonjakan jangka pendek," akan turun dengan sangat cepat.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.