Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2月 24, 2026
2 min read
64

Departemen Keuangan AS, bertindak melalui Federal Reserve New York, memulai "pemeriksaan kurs" pada bulan Januari untuk mendukung yen Jepang, menurut laporan Nikkei. Tindakan ini dilaporkan diambil secara proaktif tanpa permintaan resmi dari Kementerian Keuangan Jepang, menandakan kesiapan untuk intervensi mata uang bersama.
Langkah ini dilakukan saat yen mendekati level 160 per dolar yang signifikan secara psikologis, sebuah titik yang dipandang pasar sebagai pemicu potensial untuk intervensi. Otoritas AS khawatir bahwa ketidakpastian politik di Jepang dapat mengganggu stabilitas pasarnya dan menciptakan riak di seluruh sistem keuangan global. Yen yang terus melemah telah menjadi tantangan besar bagi pembuat kebijakan Jepang, mendorong kenaikan biaya impor.
Setelah pemeriksaan kurs, yang sering dipandang sebagai pendahulu intervensi langsung, yen melonjak lebih dari 1% ke level tertinggi tiga bulan di 152,10 per dolar. Tindakan luar biasa yang dipimpin AS ini membuat investor waspada terhadap potensi intervensi mata uang bersama AS-Jepang pertama dalam 15 tahun, memberikan kekuatan yang signifikan, meskipun sementara, pada mata uang tersebut.
Meskipun para pejabat tetap bungkam, laporan-laporan ini menunjukkan komitmen kuat AS untuk menstabilkan ekonomi sekutu. Pasar akan terus memantau nilai tukar yen untuk setiap tindakan terkoordinasi lebih lanjut, terutama jika kembali ke level kelemahan kritis.
T: Apa itu "pemeriksaan kurs" mata uang?
J: Pemeriksaan kurs adalah ketika bank sentral menghubungi dealer untuk menanyakan nilai tukar saat ini. Ini sering digunakan sebagai sinyal kepada pasar bahwa otoritas memantau nilai mata uang dengan cermat dan mungkin mendahului intervensi langsung.
T: Mengapa AS memulai tindakan ini?
J: AS dilaporkan khawatir bahwa ketidakstabilan pasar di Jepang, terkait dengan iklim politiknya, dapat berdampak negatif pada pasar keuangan global.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.