TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mac 01, 2026
2 min read
42

Dolar AS siap untuk menguat dalam jangka pendek menyusul aksi militer yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Penguatan ini terutama didorong oleh peningkatan penghindaran risiko di kalangan investor dan kenaikan harga energi yang sejalan, memperkuat status dolar sebagai aset safe-haven.
Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah secara historis telah mendorong perpindahan modal ke aset aman di pasar keuangan global. Investor cenderung memindahkan modal dari aset yang lebih berisiko dan ke aset aman yang dianggap demikian, dengan dolar AS menjadi penerima manfaat utama dari pergeseran tersebut.
Menurut analisis dari Barclays, konflik yang meningkat memberikan dorongan signifikan bagi dolar. Themistoklis Fiotakis, Kepala Riset FX, mencatat bahwa kenaikan harga minyak sebesar 10% dapat diterjemahkan menjadi apresiasi dolar sebesar 0,5% hingga 1%, karena biaya energi yang lebih tinggi dan ketidakpastian meningkatkan daya tariknya.
Prospek dolar AS tetap sangat terkait dengan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Para trader akan memantau situasi untuk mencari tanda-tanda eskalasi atau de-eskalasi lebih lanjut, karena sentimen pasar dan harga energi akan terus memengaruhi valuasi mata uang.
T: Mengapa dolar AS menguat selama konflik geopolitik?
J: Dolar AS dianggap sebagai mata uang cadangan utama dunia dan aset safe-haven. Selama masa ketidakpastian global, investor mencari stabilitas dan likuiditas, yang mendorong mereka untuk membeli dolar dan meningkatkan nilainya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait