Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 13, 2026
2 min read
21

United Airlines telah menimbulkan keraguan besar terhadap pesanan 45 pesawat Airbus A350 yang telah lama tertunda menyusul sengketa kontrak dengan produsen mesin Rolls-Royce. Dalam pengajuan regulasi, maskapai tersebut mengungkapkan konflik tersebut, menyatakan bahwa mereka sedang mencari pengembalian pembayaran di muka sebesar $175 juta ditambah kerugian tambahan.
Pesanan A350 berasal dari tahun 2009 dan telah berulang kali ditunda. Sengketa saat ini berpusat pada klaim oleh United bahwa Rolls-Royce melanggar kontrak mesin dan pemeliharaan mereka pada bulan Desember. Karena Rolls-Royce adalah pemasok mesin eksklusif untuk A350, ketidaksepakatan ini menimbulkan pertanyaan tentang kelangsungan seluruh kesepakatan. Rolls-Royce telah membantah adanya pelanggaran kontrak.
Konflik ini menimbulkan ketidakpastian bagi semua pihak yang terlibat, termasuk Airbus, yang masih mencantumkan pesanan tersebut dalam pembukuannya. Hasilnya dapat menyebabkan pembatalan atau konversi pesanan, memengaruhi strategi penggantian armada jangka panjang United untuk pesawat Boeing 767 dan 777 yang menua. Situasi ini menyoroti hubungan tiga arah yang kompleks antara maskapai penerbangan, pembuat pesawat, dan pemasok mesin.
Dengan kedua perusahaan saling menyalahkan, masa depan pesanan 45 jet tersebut tetap tidak pasti. Pengamat industri memantau apakah para pihak dapat mencapai resolusi atau jika United akan mengubah strategi armadanya, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan kompetitif antara Airbus dan Boeing.
T: Mengapa sengketa dengan Rolls-Royce krusial untuk pesanan A350?
J: Rolls-Royce adalah satu-satunya penyedia mesin untuk Airbus A350, sehingga kegagalan dalam kontrak mereka secara langsung menghalangi United untuk menerima pesawat tersebut.
T: Apa masalah keuangan inti dalam sengketa ini?
J: United menuntut pengembalian pembayaran di muka sebesar $175 juta yang telah dibayarkan kepada Rolls-Royce, dengan tuduhan pelanggaran kontrak.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.