TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 12, 2026
2 min read
35

Ahli strategi di UBS mempertahankan pandangan bearish untuk pound Inggris, mengutip risiko signifikan yang berasal dari konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung dan potensi dampaknya terhadap pasar energi global. Perusahaan telah menetapkan target spesifik yang mencerminkan sikap hati-hati ini.
Meskipun ada kekhawatiran yang mendasari, pound telah menunjukkan kekuatan baru-baru ini, naik sekitar 1,3% terhadap euro sejak akhir Februari. Apresiasi ini terutama didorong oleh repricing signifikan pada suku bunga GBP jangka pendek, yang melampaui pergerakan suku bunga EUR. Namun, UBS mencatat bahwa kenaikan ini telah menutupi sinyal bearish yang biasanya terjadi, seperti kinerja buruk obligasi pemerintah jangka panjang (gilts) dan sentimen pasar yang cenderung menghindari risiko (risk-off).
UBS telah memproyeksikan target untuk pasangan mata uang EUR/GBP di 0,89 pada akhir kuartal kedua, menunjukkan ekspektasi pelemahan pound terhadap euro. Bank tersebut juga menetapkan target untuk GBP/USD di 1,31. Pendorong utama proyeksi ini adalah kerentanan ekonomi Inggris terhadap fluktuasi harga energi yang terkait dengan ketidakstabilan geopolitik.
Pandangan intinya adalah bahwa ketegangan geopolitik, terutama yang memengaruhi pasokan energi, merupakan ancaman utama bagi nilai pound. Investor disarankan untuk memantau perkembangan di Timur Tengah, karena kemungkinan besar akan memengaruhi lintasan mata uang tersebut dalam beberapa bulan mendatang.
T: Mengapa UBS memiliki pandangan bearish terhadap pound Inggris?
J: UBS bearish karena risiko dari konflik Timur Tengah, yang dapat berdampak negatif pada pasar energi dan, akibatnya, ekonomi Inggris.
T: Berapa target mata uang spesifik yang ditetapkan oleh UBS?
J: UBS memproyeksikan EUR/GBP mencapai 0,89 dan GBP/USD mencapai 1,31 pada akhir Kuartal 2.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.