TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2月 04, 2026
2 min read
2

Raksasa perbankan Swiss UBS melaporkan lonjakan laba bersih kuartal keempat yang signifikan sebesar 56%, mencapai $1,2 miliar dan melampaui perkiraan konsensus. Kinerja yang kuat ini didorong oleh divisi manajemen kekayaan dan perbankan investasinya. Bank tersebut juga mengumumkan rencana untuk membeli kembali setidaknya $3 miliar sahamnya pada tahun 2026.
Hasil ini muncul saat UBS melanjutkan integrasi kompleks Credit Suisse. Bank tersebut mencatat kemajuan yang sangat baik, dengan 85% akun yang tercatat di Swiss kini telah dimigrasikan ke sistemnya. Pembelian kembali di masa depan bergantung pada kejelasan mengenai aturan modal Swiss yang lebih ketat yang diusulkan setelah pengambilalihan tahun 2023. UBS telah meningkatkan target penghematan biayanya sebesar $500 juta menjadi $13,5 miliar.
Laba positif dan program pengembalian kepada pemegang saham menandakan kepercayaan terhadap strategi bank. UBS telah menghidupkan kembali tujuan ambisiusnya untuk mencapai pengembalian 18% atas modal CET1 pada tahun 2028. Prospek bank didukung oleh ekspektasi pertumbuhan global yang stabil dan aktivitas pasar modal yang sehat, yang dapat semakin meningkatkan sentimen investor.
UBS telah menunjukkan kesehatan keuangan yang kuat dan kemajuan signifikan dalam upaya integrasinya. Meskipun perkembangan regulasi tetap menjadi variabel kunci, target profitabilitas bank yang dihidupkan kembali dan rencana pembelian kembali saham menggarisbawahi strategi berwawasan ke depan yang percaya diri.
T: Berapa laba bersih UBS pada kuartal keempat?
J: UBS melaporkan laba bersih sebesar $1,2 miliar, yang merupakan peningkatan 56% dari tahun ke tahun.
T: Apa rencana UBS untuk pembelian kembali saham?
J: Bank tersebut bermaksud untuk membeli kembali minimal $3 miliar sahamnya selama tahun 2026.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait