TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 04, 2026
2 min read
2

CEO Nvidia Jensen Huang menepis kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan akan membuat alat perangkat lunak usang, menyebut gagasan itu "tidak logis" menyusul aksi jual global yang signifikan pada saham perangkat lunak. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran akan gangguan yang didorong AI di industri jasa profesional.
Aksi jual, yang dipicu oleh chatbot terbaru pengembang AI Anthropic, meluas ke seluruh Asia. Eksportir TI India anjlok 6,3%, dengan Infosys turun 7,3%. Indeks Layanan Perangkat Lunak CSI Tiongkok turun 3%, sementara Kingdee International Software Group Hong Kong anjlok lebih dari 13%. Di Jepang, Recruit Holdings dan Nomura Research masing-masing turun 9% dan 8%.
Berbicara di sebuah konferensi AI, Huang menegaskan bahwa AI akan mengandalkan perangkat lunak yang ada daripada membangun kembali alat dasar dari awal. Dia menyatakan bahwa terobosan terbaru dalam AI berfokus pada "penggunaan alat," memperkuat relevansi berkelanjutan industri perangkat lunak.
Pernyataan Huang memberikan narasi tandingan terhadap kekhawatiran pasar, menunjukkan masa depan sinergis untuk AI dan perangkat lunak. Namun, aksi jual saham yang meluas menunjukkan bahwa sentimen investor tetap berhati-hati terhadap potensi disruptif AI canggih.
T: Mengapa saham perangkat lunak jatuh?
J: Saham jatuh karena kekhawatiran bahwa perkembangan AI baru, seperti chatbot terbaru Anthropic, dapat mengganggu dan menggantikan perangkat lunak dan layanan profesional yang ada.
T: Apa perspektif Jensen Huang?
J: Dia percaya AI akan menggunakan alat perangkat lunak yang ada, bukan menggantinya, dengan alasan bahwa ini membuat industri perangkat lunak lebih vital, bukan usang.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait