Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
8月 27, 2026
2 min read
0

UBS mempertahankan sikap netral terhadap Yen Jepang (JPY), meskipun intervensi valuta asing bersama baru-baru ini menawarkan dukungan sementara. Bank investasi tersebut mengaitkan tekanan kenaikan yang persisten pada pasangan USD/JPY dengan kebijakan moneter hawkish Federal Reserve dan pendekatan bertahap Bank of Japan dalam pengetatan kebijakan.
Intervensi baru-baru ini, meskipun memberikan sedikit kelegaan, belum secara fundamental mengubah dinamika dasar USD/JPY. UBS mencatat bahwa untuk tren penurunan yang berkelanjutan, dua kondisi sangat penting: melemahnya data ekonomi AS untuk memungkinkan pelonggaran kebijakan Fed, dan tindakan Bank of Japan yang lebih proaktif untuk memulihkan kepercayaan stabilitas JPY.
UBS memproyeksikan USD/JPY akan mencapai 160 pada akhir 2026, kemudian moderat menjadi 158 pada pertengahan 2027. Perusahaan tersebut memperkirakan pasangan ini akan terus diperdagangkan dalam kisaran tingkat tinggi, mencerminkan divergensi kebijakan moneter yang berkelanjutan antara AS dan Jepang.
Laporan ini menyoroti bahwa divergensi kebijakan ekonomi dan moneter fundamental tetap menjadi pendorong utama USD/JPY. Investor harus memantau data ekonomi AS dan perubahan kebijakan BOJ.
T: Mengapa UBS mempertahankan sikap netral terhadap JPY?
J: UBS mengutip sikap hawkish Federal Reserve dan pengetatan kebijakan bertahap Bank of Japan sebagai alasan tekanan kenaikan yang berkelanjutan pada USD/JPY.
T: Kondisi apa yang akan menyebabkan penguatan JPY yang berkelanjutan?
J: Penguatan yang berkelanjutan akan membutuhkan data ekonomi AS yang lebih lemah yang memungkinkan Fed untuk melonggarkan kebijakan, dikombinasikan dengan tindakan yang lebih agresif dari Bank of Japan.
T: Apa prakiraan jangka panjang UBS untuk USD/JPY?
J: UBS memproyeksikan USD/JPY akan mencapai 160 pada akhir 2026, kemudian sedikit menurun menjadi 158 pada pertengahan 2027, dengan ekspektasi perdagangan tingkat tinggi yang berkelanjutan.
Sumber: Investing.com China

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait