TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 03, 2026
2 min read
2

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Meksiko diperkirakan akan berhenti mengirim minyak ke Kuba, mengintensifkan kampanye tekanan terhadap negara pulau tersebut. Pernyataan tersebut dibuat tanpa penjelasan atau konfirmasi segera dari otoritas Meksiko, yang belum menanggapi klaim tersebut.
Kuba menghadapi kekurangan energi kronis dan sangat bergantung pada impor bahan bakar untuk menggerakkan ekonominya. Meksiko telah menjadi pemasok minyak terbesar bagi negara tersebut, menyediakan jalur kehidupan penting di tengah sanksi ketat AS yang telah menghambat kemampuan Kuba untuk membeli bahan bakar di pasar terbuka selama bertahun-tahun.
Penghentian ekspor minyak Meksiko dapat memicu krisis kemanusiaan yang parah di Kuba dengan memperdalam defisit energinya. Perkembangan ini menggarisbawahi meningkatnya ketegangan geopolitik, karena pemerintahan Trump telah mengancam tarif terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba, melabeli negara tersebut sebagai ancaman luar biasa bagi keamanan nasional AS.
Masa depan kebijakan minyak Meksiko terhadap Kuba masih belum pasti menunggu pernyataan resmi. Meskipun Meksiko sebelumnya mengutip alasan kemanusiaan untuk pengiriman tersebut, dilaporkan sedang meninjau kebijakan tersebut karena kekhawatiran akan potensi pembalasan AS. Pasar akan memantau langkah Meksiko selanjutnya dan dampaknya terhadap stabilitas regional.
T: Mengapa minyak Meksiko sangat penting bagi Kuba?
J: Meksiko adalah pemasok minyak utama Kuba, dan bahan bakar tersebut sangat penting untuk pembangkit listrik dan transportasi, membantu mengurangi kekurangan energi yang parah dan sering terjadi.
T: Apa sikap AS terhadap pengiriman minyak ke Kuba?
J: Pemerintah AS secara aktif menentang pengiriman minyak ke Kuba dan telah mengancam sanksi ekonomi, seperti tarif, terhadap negara-negara yang memberikan bantuan tersebut.
Sumber: Reuters via Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait