TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
5月 01, 2026
2 min read
1

Tether, penerbit stablecoin USDT, secara signifikan mengurangi pembelian emasnya pada kuartal pertama tahun 2024, mengakuisisi sekitar 6 metrik ton. Ini menandai penurunan tajam dari 27 ton yang dibeli pada kuartal terakhir tahun 2023, menurut laporan atestasi terbarunya.
Per 31 Maret, cadangan Tether yang mendukung USDT memegang emas senilai $19,8 miliar, setara dengan sekitar 132 metrik ton. Total kepemilikan emas perusahaan untuk produk USDT dan XAUT-nya mencapai 154 ton. Volume ini menempatkan Tether sebagai pemegang emas utama, dengan cadangan yang sebanding dengan 20 bank sentral teratas.
Cadangan yang mendukung USDT sebagian besar terdiri dari Surat Utang Negara AS senilai $117 miliar. Emas mewakili 10% dari cadangan, dengan kepemilikan Bitcoin sebesar $7 miliar.
Perlambatan pembelian emas mungkin mengindikasikan penyesuaian strategis dalam kebijakan manajemen cadangan Tether. Namun, kepemilikan emas dan Surat Utang Negara AS yang substansial terus menjadi landasan strateginya untuk meningkatkan kepercayaan dan menjaga stabilitas stablecoin USDT di pasar.
Laporan kuartal pertama Tether menyoroti pendekatan yang lebih hati-hati terhadap akumulasi emas sambil mempertahankan portofolio cadangan yang kuat dan terdiversifikasi. Pasar akan terus memantau komposisi cadangannya sebagai indikator utama kesehatan stablecoin dan manajemen risiko.
Q: Berapa banyak emas yang dibeli Tether pada Q1 2024?
A: Tether membeli sekitar 6 metrik ton emas pada kuartal pertama tahun 2024.
Q: Berapa total jumlah emas yang dimiliki Tether?
A: Secara total, Tether memegang 154 metrik ton emas di seluruh produk USDT dan XAUT-nya per 31 Maret.
Q: Apa saja komponen utama cadangan USDT Tether?
A: Cadangan tersebut sebagian besar adalah Surat Utang Negara AS ($117 miliar), dengan emas (10%) dan Bitcoin ($7 miliar) sebagai aset signifikan lainnya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait