TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 02, 2026
2 min read
4

Produsen komponen elektronik Jepang, TDK, secara resmi menyatakan bahwa pembatasan ekspor Tiongkok terhadap bahan logam tanah jarang menciptakan kesulitan pengadaan yang signifikan. Perusahaan kini secara aktif mengejar diversifikasi sumber materialnya dan mengembangkan teknologi alternatif untuk mengurangi dampaknya.
Situasi ini bermula dari larangan Tiongkok terhadap ekspor barang-barang dwi-guna, termasuk logam tanah jarang, ke Jepang di tengah sengketa diplomatik. Menurut Chief Financial Officer TDK, Tetsuji Yamanishi, dampak pada pengadaan dimulai tahun lalu, memaksa perusahaan untuk mengandalkan stok yang ada untuk mempertahankan tingkat produksi.
Sebagai respons, TDK menerapkan strategi jangka panjang yang berfokus pada ketahanan rantai pasokan. "Jangka panjang, kami harus mendiversifikasi sumber pengadaan kami," kata Yamanishi. Perusahaan juga berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan untuk menciptakan magnet yang menggunakan lebih sedikit atau tanpa elemen logam tanah jarang, menandakan perubahan strategis dalam proses manufakturnya.
Pengumuman TDK menyoroti meningkatnya risiko geopolitik dalam rantai pasokan global untuk material penting. Fokus perusahaan pada diversifikasi dan inovasi teknologi akan sangat penting untuk stabilitas jangka panjangnya dan dapat memengaruhi strategi di seluruh industri elektronik.
Q: Mengapa Tiongkok membatasi ekspor logam tanah jarang ke Jepang?
A: Tiongkok melarang ekspor barang-barang dwi-guna, termasuk logam tanah jarang, ke Jepang menyusul sengketa diplomatik.
Q: Bagaimana TDK menanggapi larangan ekspor tersebut?
A: TDK menggunakan stoknya, secara aktif mendiversifikasi sumber pengadaannya, dan mengembangkan teknologi untuk memproduksi magnet dengan sedikit atau tanpa logam tanah jarang.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait