TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2月 02, 2026
2 min read
3

Kepala Industri Uni Eropa Stephane Sejourne, didukung oleh lebih dari 1.100 CEO, menganjurkan kebijakan industri 'Made in Europe' yang kuat. Strategi ini bertujuan untuk melindungi sektor-sektor strategis benua itu dengan menetapkan preferensi untuk barang-barang yang diproduksi secara lokal, terutama ketika dana publik Eropa terlibat.
Seruan untuk bertindak ini muncul menjelang usulan implementasi Undang-Undang Akselerator Industri Komisi. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kebijakan proteksionis seperti inisiatif 'Made in China' dari Tiongkok dan 'Buy American' dari AS. Dukungan untuk proposal ini datang dari berbagai industri, termasuk produsen baja ArcelorMittal, raksasa farmasi Novo Nordisk, dan grup maskapai Air France KLM. Yang menarik, produsen mobil besar tidak ada dalam daftar penandatangan.
Kebijakan yang diusulkan ini telah menciptakan perpecahan signifikan di antara negara-negara anggota Uni Eropa. Sementara negara-negara seperti Prancis mendukung gagasan untuk memperkuat industri lokal, negara-negara lain, termasuk Swedia dan Republik Ceko, menyatakan kekhawatiran. Mereka berpendapat bahwa persyaratan 'beli lokal' dapat menghalangi investasi asing, menaikkan harga dalam tender pemerintah, dan pada akhirnya merusak daya saing global Uni Eropa.
Debat ini menyoroti ketegangan kritis antara melindungi industri domestik dan mempertahankan pasar yang kompetitif dan terbuka. Hasil dari Undang-Undang Akselerator Industri akan menjadi sangat penting dalam membentuk lanskap ekonomi masa depan Eropa dan posisinya dalam perdagangan global.
T: Apa ide inti di balik strategi 'Made in Europe'?
J: Strategi ini mengusulkan agar dana publik Eropa digunakan untuk mendukung produksi Eropa dan menciptakan lapangan kerja lokal berkualitas, dengan memberikan preferensi pada produk buatan Uni Eropa di sektor-sektor strategis.
T: Mengapa proposal ini kontroversial di Uni Eropa?
J: Ini kontroversial karena beberapa negara anggota khawatir hal itu akan mengarah pada proteksionisme, biaya yang lebih tinggi, dan berkurangnya investasi asing, sementara yang lain melihatnya sebagai hal penting untuk keamanan industri.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait