Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 20, 2026
2 min read
26

Saham Super Micro Computer Inc (SMCI) mengalami penurunan tajam hingga 14,6% dalam perdagangan purnajual. Penurunan ini terjadi setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) mendakwa tiga individu, termasuk co-founder Yih-Shyan Liaw, atas konspirasi penyelundupan teknologi kecerdasan buatan canggih AS ke Tiongkok.
DOJ mengumumkan bahwa Liaw ditangkap pada hari Kamis. Dakwaan tersebut merinci dugaan skema untuk menghindari kontrol ekspor AS menggunakan dokumen palsu dan taktik transshipment untuk mengirim server komputer AI berkinerja tinggi ke Tiongkok. Menurut DOJ, skema ini menghasilkan penjualan setidaknya $2,5 miliar untuk Super Micro antara tahun 2024 dan 2025.
Super Micro menyatakan bahwa mereka tidak disebutkan sebagai terdakwa dalam dakwaan dan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang. Perusahaan mengonfirmasi bahwa individu-individu tersebut terdiri dari dua karyawan dan satu kontraktor. Perusahaan telah menempatkan kedua karyawan tersebut dalam cuti administratif dan memberhentikan kontraktor tersebut. Super Micro menggunakan chip NVIDIA, yang membuat server AI canggihnya tunduk pada kontrol ekspor AS ke Tiongkok.
Penangkapan dan tuduhan ini telah menimbulkan kekhawatiran investor yang signifikan, tercermin dari penurunan tajam saham. Pasar akan memantau dengan cermat proses hukum dan pernyataan lebih lanjut dari perusahaan atau otoritas federal mengenai sejauh mana pelanggaran kepatuhan tersebut.
Q: Mengapa harga saham Super Micro Computer anjlok tajam?
A: Saham anjlok setelah co-founder-nya ditangkap dan didakwa oleh DOJ atas skema ekspor teknologi AI secara ilegal ke Tiongkok.
Q: Apakah Super Micro Computer didakwa oleh DOJ?
A: Tidak, perusahaan itu sendiri tidak disebutkan sebagai terdakwa dalam dakwaan dan telah menyatakan bekerja sama dengan penyelidikan.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.