TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 23, 2026
1 min read
40

Pound Inggris diperkirakan akan terus menghadapi tekanan jangka pendek terhadap dolar AS, menurut laporan terbaru dari UBS Chief Investment Office. Perusahaan tersebut telah menurunkan perkiraan Juni untuk pasangan mata uang tersebut menjadi 1,34.
Dolar AS telah menguat karena daya tariknya sebagai aset safe-haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan harga minyak yang tinggi. Amerika Serikat, sebagai pengekspor energi bersih, berada dalam posisi untuk mendapatkan keuntungan dari tren ini, yang semakin memperkuat mata uangnya.
Sterling saat ini menghadapi beberapa tantangan, termasuk ketidakpastian politik menjelang pemilihan umum Inggris pada bulan Mei dan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi. Meskipun Inggris kurang terpapar tekanan inflasi dari harga energi dibandingkan Zona Euro, negara ini masih menghadapi efek limpahan negatif.
Dalam jangka pendek, prospek pound tetap menantang. Potensi pemulihan di akhir tahun akan bergantung pada berkurangnya ketidakpastian politik di Inggris dan lingkungan risiko global yang lebih tenang.
T: Mengapa pound Inggris diperkirakan melemah?
J: Pound berada di bawah tekanan dari ketidakpastian politik Inggris, kekhawatiran pertumbuhan ekonomi, dan kekuatan dolar AS, yang diuntungkan dari status safe-haven-nya.
T: Berapa perkiraan baru untuk pound terhadap dolar?
J: UBS Chief Investment Office telah menyesuaikan perkiraan Juni untuk pasangan GBP/USD turun menjadi 1,34.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.