TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
May 05, 2026
2 min read
14

Seorang pengacara Spirit Airlines telah mengonfirmasi penghentian operasi maskapai tersebut, menyatakan bahwa kenaikan tajam harga bahan bakar jet membuatnya "tidak memiliki jalan keluar lagi" dari kebangkrutan. Keruntuhan ini menyusul kegagalan inisiatif pembiayaan pemerintah yang diusulkan, memaksa maskapai untuk menghentikan operasi dan mulai melikuidasi aset-asetnya.
Maskapai ini menghadapi tekanan keuangan yang sangat besar, menanggung biaya bahan bakar tambahan sebesar $100 juta sejak 1 Maret. Lonjakan ini terkait dengan gangguan pasokan global, sebuah krisis yang memengaruhi seluruh industri penerbangan. Spirit sudah berjuang untuk mencapai profitabilitas sebelum guncangan harga bahan bakar ini, membuat posisi keuangannya tidak berkelanjutan.
Spirit sedang mencari persetujuan pengadilan untuk penjualan pesawat dan mesinnya secara dipercepat. Perusahaan juga meminta untuk membayar bonus retensi sebesar $10,7 juta kepada karyawan yang tersisa. Namun, proposal ini telah menimbulkan kekhawatiran dari U.S. Trustee, pengawas kebangkrutan Departemen Kehakiman.
Penghentian operasi Spirit Airlines menggarisbawahi kerentanan maskapai berbiaya rendah terhadap pasar energi yang bergejolak. Fokus kini beralih ke keputusan pengadilan kebangkrutan mengenai penjualan aset dan kompensasi karyawan saat perusahaan menghentikan operasinya secara permanen.
T: Mengapa Spirit Airlines menghentikan operasi?
J: Penghentian operasi maskapai ini disebabkan oleh kenaikan tajam harga bahan bakar jet, yang menambah biaya $100 juta sejak Maret, dikombinasikan dengan kegagalan usulan dana talangan pemerintah.
T: Apa yang akan terjadi pada aset Spirit Airlines?
J: Spirit sedang mencari izin pengadilan untuk penjualan cepat aset-asetnya, seperti pesawat dan mesin, atau untuk mengizinkan pemberi pinjaman mengambil alih kembali, karena tidak memiliki dana untuk lelang terorganisir.
Sumber: investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.