Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Mar 17, 2026
2 min read
50

Ketua SK Hynix Inc Chey Tae-won memperkirakan bahwa kelangkaan chip memori yang sedang berlangsung kemungkinan akan berlanjut hingga tahun 2030. Pendorong utama kelangkaan yang berkepanjangan ini adalah permintaan luar biasa dari sektor kecerdasan buatan. Perusahaan juga saat ini sedang meninjau potensi Pencatatan Deposito Amerika untuk memperluas basis investornya.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela konferensi GTC Nvidia. Sebagai pemasok utama memori bandwidth tinggi (HBM) untuk NVIDIA, SK Hynix mengaitkan kelangkaan wafer saat ini secara langsung dengan permintaan yang didorong AI yang eksplosif. Ketua Chey mencatat bahwa memperluas kapasitas produksi wafer untuk memenuhi permintaan ini akan membutuhkan setidaknya empat hingga lima tahun pengembangan dan investasi.
Kendala pasokan ini telah menyebabkan kenaikan harga yang signifikan. Menurut data terbaru dari Counterpoint Research, harga chip memori server melonjak 60% hingga 76% pada kuartal keempat tahun 2023 dan diproyeksikan akan terus meningkat. Menanggapi pernyataan berwawasan ke depan dari ketua, saham SK Hynix mengalami kenaikan lebih dari 2%.
Proyeksi ini menunjukkan tekanan berkelanjutan pada rantai pasokan semikonduktor dan volatilitas harga yang terus-menerus untuk masa mendatang. Para pemangku kepentingan di bidang teknologi dan manufaktur harus memantau ekspansi kapasitas wafer dan pertumbuhan industri AI, karena faktor-faktor ini akan membentuk pasar hingga tahun 2030.
T: Mengapa terjadi kelangkaan chip memori?
J: Kelangkaan ini berasal dari permintaan yang sangat besar untuk chip memori bandwidth tinggi (HBM), yang merupakan komponen penting bagi industri kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
T: Berapa lama kelangkaan chip memori diperkirakan akan berlangsung?
J: Ketua SK Hynix memproyeksikan bahwa kelangkaan pasokan dapat berlanjut hingga tahun 2030.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.