Saks Global Menggunakan Properti dalam Strategi Kebangkrutan

User profile image

TrustFinance Global Insights

जन. १६, २०२६

2 min read

1

Saks Global Menggunakan Properti dalam Strategi Kebangkrutan

Saks Global Memanfaatkan Properti dalam Restrukturisasi

Saks Global, konglomerat department store mewah, telah mengajukan kebangkrutan Bab 11 dan menggunakan portofolio propertinya yang luas sebagai aset utama dalam rencana restrukturisasinya. Perusahaan mengamankan paket pembiayaan senilai $1,75 miliar untuk menjaga operasional selama proses tersebut.

Gambaran Situasi

Mengoperasikan sekitar 125 toko di area seluas 13 juta kaki persegi, Saks Global memiliki properti berharga di lokasi-lokasi utama, termasuk Beverly Hills dan Manhattan. Menurut dokumen pengadilan, perusahaan memiliki atau mengendalikan sewa tanah di 39 lokasi ini, yang berfungsi sebagai alat tawar-menawar penting dengan para pemberi pinjaman.

Dampak pada Strategi Pasar

Strategi restrukturisasi melibatkan penutupan 'toko gelap' yang berkinerja buruk dan menjajaki opsi jual-sewa kembali (sale-leaseback). Pendekatan ini, yang direkomendasikan oleh penasihat properti, akan memungkinkan Saks menjual properti kepada investor dan menyewanya kembali, menghasilkan likuiditas segera sambil melanjutkan operasional toko. Perusahaan juga akan meninjau toko Saks dan Neiman Marcus yang berlokasi bersama yang menciptakan persaingan internal.

Ringkasan

Kemampuan Saks Global untuk memonetisasi aset properti utamanya akan sangat penting bagi kelangsungan hidupnya pasca-kebangkrutan. Paket pembiayaan memberikan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini secara efektif, menghindari penjualan aset paksa dengan harga diskon dan berfokus pada stabilitas operasional jangka panjang.

FAQ

T: Mengapa Saks Global mengajukan kebangkrutan?
J: Perusahaan mengajukan perlindungan Bab 11 menyusul tantangan dari pengambilalihan yang sarat utang yang bertujuan untuk menggabungkan Saks Fifth Avenue, Bergdorf Goodman, dan Neiman Marcus.

T: Apa itu opsi jual-sewa kembali (sale-leaseback)?
J: Ini adalah transaksi keuangan di mana perusahaan menjual aset dan menyewanya kembali dari pembeli, memungkinkannya menghasilkan uang tunai sambil tetap menggunakan aset tersebut.

Sumber: Investing.com

Ditulis oleh

User profile image

TrustFinance Global Insights

AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.