TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 20, 2026
2 min read
3

Pemerintah Rusia semakin mengintensifkan kontrolnya atas internet, menerapkan gangguan layanan yang meluas dan membatasi aplikasi pesan utama. Pihak berwenang telah memblokir ratusan layanan VPN dan secara berkala mengganggu internet seluler di kota-kota besar, dengan alasan masalah keamanan nasional terkait konflik yang sedang berlangsung dengan Ukraina.
Juru bicara Kremlin mengonfirmasi bahwa langkah-langkah tersebut sebagian untuk melawan perusahaan asing yang tidak mematuhi hukum Rusia dan untuk mengurangi ancaman dari drone Ukraina yang menggunakan jaringan seluler. Bersamaan dengan itu, undang-undang baru memberikan wewenang yang diperluas kepada Dinas Keamanan Federal (FSB), secara signifikan memperkuat pengaruhnya atas ruang digital.
Pembatasan internet mengganggu operasi harian bagi bisnis dan pekerja, mulai dari tugas kantor hingga navigasi untuk layanan transportasi daring. Penumpasan terhadap platform teknologi asing seperti WhatsApp dan Telegram dapat mendorong pengguna beralih ke alternatif yang didukung negara, mengubah lanskap pasar digital dan menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan teknologi asing.
Analis menyarankan bahwa langkah-langkah ini adalah strategi pencegahan untuk mengonsolidasikan kontrol domestik dan mencegah potensi perbedaan pendapat. Karena Rusia terus mengambil contoh dari model regulasi internet internasional, pembatasan lebih lanjut terhadap kebebasan digital dan platform teknologi asing diperkirakan akan terjadi.
T: Mengapa Rusia membatasi akses internet?
J: Kremlin mengutip keamanan nasional, termasuk mencegah serangan drone Ukraina dan menegakkan kepatuhan terhadap undang-undang Rusia.
T: Layanan apa saja yang terpengaruh?
J: Layanan internet seluler, ratusan VPN, dan aplikasi pesan seperti Telegram dan WhatsApp telah mengalami gangguan atau pemblokiran.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait