TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
ก.พ. 02, 2026
2 min read
3

Perusahaan S&P 500 menunjukkan tren revisi pendapatan yang lebih lemah dibandingkan kuartal sebelumnya, sebuah faktor yang berpotensi berkontribusi pada volatilitas pasar baru-baru ini, menurut laporan baru dari RBC Capital Markets.
Tingkat revisi estimasi laba per saham ke atas telah turun menjadi 51,4%, penurunan signifikan dari puncak 65% pada September lalu. Selain itu, persentase perusahaan yang melampaui ekspektasi EPS telah menurun menjadi 77% dari 82% pada kuartal sebelumnya, menunjukkan sentimen yang mendingin.
Ahli strategi RBC menggambarkan musim pelaporan sebagai 'agak goyah' (slightly squishy), menunjukkan bahwa kinerja pasar yang tidak merata bukan semata-mata karena faktor geopolitik. Meskipun demikian, perusahaan mencatat bahwa prospek makroekonomi dari panggilan pendapatan belum menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pemimpin perusahaan.
Meskipun sentimen pendapatan jangka pendek tampak lemah, RBC mempertahankan prospek konstruktif untuk ekuitas AS sepanjang tahun ini. Perusahaan mengantisipasi bahwa pengembalian pasar akan sangat terkait dengan pertumbuhan pendapatan aktual daripada ekspansi kelipatan P/E. Perkiraan konsensus EPS 2026 menawarkan catatan positif, stabil di atas $313.
T: Apa temuan utama dari laporan RBC?
J: Perusahaan S&P 500 menunjukkan tren revisi pendapatan yang lebih lemah, dengan tingkat revisi ke atas dan pencapaian EPS menurun dari kuartal sebelumnya.
T: Bagaimana prospek RBC terhadap pasar?
J: RBC tetap konstruktif terhadap ekuitas AS tetapi memperkirakan pengembalian di masa depan akan didorong terutama oleh pertumbuhan pendapatan, bukan ekspansi kelipatan P/E.
Sumber: investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait