TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
ก.พ. 26, 2026
2 min read
35

Saham Rakuten Bank Ltd. anjlok 12,7% ke level terendah dalam hampir satu bulan setelah perusahaan induknya, Rakuten Inc., mengumumkan telah membuka kembali diskusi untuk merestrukturisasi operasi fintech-nya. Rencana tersebut bertujuan untuk menggabungkan Rakuten Bank, Rakuten Card, dan Rakuten Securities menjadi satu entitas.
Ini adalah upaya kedua Rakuten Inc. untuk menata ulang unit teknologi keuangannya, menyusul diskusi yang sebelumnya gagal pada tahun 2024. Perusahaan induk, yang memegang 49% saham di Rakuten Bank, telah menghadapi tantangan dengan kenaikan biaya dan tingkat utang yang signifikan, mendorong tinjauan strategis ini.
Reaksi negatif pasar berasal dari kekhawatiran akan potensi konflik kepentingan. Investor khawatir restrukturisasi ini dirancang untuk menguntungkan perusahaan induk yang sedang kesulitan, Rakuten Inc., dengan mengorbankan pemegang saham minoritas Rakuten Bank. Ketidakpastian ini telah menyebabkan tekanan jual yang signifikan pada saham bank.
Untuk mengatasi kekhawatiran ini, Rakuten Bank telah membentuk komite khusus independen untuk mengevaluasi reorganisasi tersebut. Rakuten Inc. telah menyatakan bahwa mereka mungkin tidak akan melanjutkan jika diskusi tidak menghasilkan hasil yang menguntungkan bagi semua pihak, namun kepercayaan investor tetap terguncang.
T: Mengapa harga saham Rakuten Bank jatuh?
J: Saham tersebut jatuh setelah induknya, Rakuten Inc., mengumumkan rencana baru untuk restrukturisasi fintech besar-besaran, menimbulkan kekhawatiran investor tentang potensi konflik kepentingan.
T: Apa kekhawatiran utama bagi investor?
J: Kekhawatiran utama adalah bahwa restrukturisasi akan menguntungkan perusahaan induk yang terlilit utang, Rakuten Inc., daripada Rakuten Bank dan pemegang saham minoritasnya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.