Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Aug 27, 2026
2 min read
0

Qantas Airways mengumumkan akan mulai mempensiunkan 10 pesawat superjumbo Airbus A380 miliknya mulai pertengahan 2028, empat tahun lebih awal dari yang direncanakan. Keputusan ini didorong oleh meningkatnya biaya perawatan dan kendala rantai pasokan yang semakin besar untuk pesawat tersebut, yang produksinya telah berhenti pada tahun 2021. A380 menghadapi penurunan daya tarik karena konsumsi bahan bakar dan biaya perawatan yang tinggi, di samping tantangan operasional untuk secara konsisten mengisi kapasitasnya yang besar. Pesawat bermesin ganda yang lebih baru dan efisien, ditambah dengan dampak pandemi COVID-19, mempercepat penghentian operasinya secara global.
Langkah Qantas mencerminkan pergeseran industri yang lebih luas. Maskapai besar lainnya, termasuk Air France, China Southern Airlines, dan Malaysia Airlines, telah mempensiunkan armada A380 mereka. Maskapai ini memperkirakan manfaat arus kas bersih sekitar A$300 juta dengan menghindari biaya perawatan di masa depan. Meskipun Emirates tetap menjadi operator terbesar, berencana untuk menerbangkan A380-nya hingga tahun 2040-an, sebagian besar maskapai lain diperkirakan akan menghentikan operasi superjumbo tersebut mulai awal tahun 2030-an, menandakan transformasi signifikan dalam strategi penerbangan jarak jauh.
Masa depan A380 terkonsolidasi dengan beberapa operator pada rute-rute tertentu dengan permintaan tinggi. Namun, tren industri secara keseluruhan jelas mendukung pesawat yang lebih layak secara ekonomi, menegaskan berakhirnya era superjumbo bagi banyak maskapai.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait