TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 06, 2026
2 min read
3

Pentagon sedang bersiap untuk merilis daftar kontraktor pertahanan yang akan dikenakan pembatasan pembelian kembali saham dan pembayaran dividen. Tindakan ini menyusul perintah eksekutif baru-baru ini yang mengaitkan pembayaran kepada pemegang saham dengan kinerja kontrak.
Ditandatangani pada 7 Januari, perintah eksekutif Presiden Donald Trump mengamanatkan identifikasi kontraktor yang berkinerja buruk dalam jadwal pengiriman. Departemen Pertahanan akan menunjuk perusahaan-perusahaan yang telah memprioritaskan pengembalian kepada pemegang saham daripada memenuhi kontrak pemerintah tepat waktu dan sesuai anggaran.
Kebijakan ini secara langsung mengancam miliaran pengembalian kepada pemegang saham. Lima perusahaan pertahanan terbesar AS, termasuk Lockheed Martin dan RTX, mendistribusikan gabungan $18 miliar dalam bentuk dividen dan pembelian kembali saham selama setahun terakhir. Perusahaan yang disebutkan akan memiliki waktu 15 hari untuk memberikan rencana perbaikan yang disetujui dewan atau berisiko tindakan penegakan hukum, termasuk pemutusan kontrak.
Industri pertahanan sedang menunggu publikasi daftar dan kriteria penegakan hukum yang spesifik. Langkah ini merupakan perubahan kebijakan yang signifikan, memperketat pengawasan dengan mengaitkan aktivitas keuangan perusahaan secara langsung dengan kinerja produksi dan pengiriman.
T: Apa yang mendorong pembatasan ini?
J: Perintah eksekutif presiden yang dirancang untuk memprioritaskan pengiriman senjata dan efisiensi produksi di atas pembayaran kepada pemegang saham dari kontraktor pertahanan.
T: Perusahaan mana saja yang bisa terpengaruh?
J: Daftar tersebut akan mencakup kontraktor yang dianggap berkinerja buruk oleh Pentagon. Perusahaan-perusahaan besar seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan RTX menghadapi potensi untuk masuk dalam daftar.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait