TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 01, 2026
2 min read
39

OPEC+ akan mempertimbangkan peningkatan produksi minyak sebesar 411.000 barel per hari atau lebih pada pertemuan mendatang. Langkah potensial ini merupakan respons langsung terhadap gangguan pengiriman yang signifikan di Timur Tengah. Peningkatan yang diusulkan ini jauh lebih besar dari perkiraan awal 137.000 barel per hari.
Diskusi ini menyusul penghentian pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz, jalur air yang bertanggung jawab atas lebih dari 20% transit minyak global. Pemilik kapal menerima peringatan dari Iran yang menyatakan area tersebut ditutup untuk navigasi, meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas dan menyebabkan dampak langsung pada rantai pasokan global.
Menanggapi gangguan tersebut, harga minyak melonjak menjadi $73 per barel, level tertinggi sejak Juli. Analis dari RBC dan Barclays memperingatkan bahwa konflik yang lebih luas dapat mendorong harga di atas $100 per barel. Namun, efektivitas peningkatan produksi OPEC+ dipertanyakan, karena hanya Arab Saudi dan UEA yang diyakini memiliki kapasitas cadangan yang signifikan.
Pertemuan OPEC+ mendatang sangat penting untuk stabilisasi pasar. Keputusan yang dibuat oleh delapan anggota yang berpartisipasi akan diawasi ketat oleh pasar global. Hasilnya kemungkinan akan menentukan arah harga minyak dan memengaruhi sentimen pasar energi dalam jangka pendek.
T: Mengapa OPEC+ mempertimbangkan peningkatan produksi?
J: Untuk mengurangi gangguan pasokan akibat konflik dan penutupan Selat Hormuz, jalur transit minyak utama.
T: Berapa banyak OPEC+ dapat meningkatkan produksi minyak?
J: Sumber-sumber menyarankan potensi kenaikan produksi sebesar 411.000 barel per hari atau lebih akan diperdebatkan.
T: Negara mana saja yang memiliki kapasitas cadangan untuk meningkatkan produksi?
J: Analis menunjukkan bahwa hanya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang memiliki kapasitas cadangan yang berarti untuk menambah pasokan signifikan.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.