Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 02, 2026
1 min read
20

Harga minyak mengalami lonjakan signifikan lebih dari 8% pada hari Senin, didorong oleh eskalasi konflik militer antara Iran dan Israel. Ketegangan tersebut secara langsung berdampak pada operasi pengiriman di Timur Tengah, wilayah krusial untuk pasokan minyak global.
Harga berjangka minyak mentah Brent mencapai puncaknya $82,37 per barel sebelum ditutup pada $79,34, meningkat 8,88%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik tajam sebesar 8% menjadi $72,38 per barel, setelah mencapai level tertinggi $75,33.
Lonjakan harga ini menyusul gelombang serangan baru antara kedua negara, yang menyebabkan setidaknya tiga kapal tanker minyak rusak di lepas pantai Teluk. Gangguan terhadap perdagangan maritim ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kekurangan pasokan dan peningkatan volatilitas di pasar energi global.
Pelaku pasar memantau dengan cermat perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan lebih lanjut dan harga minyak yang lebih tinggi secara berkelanjutan, berdampak pada inflasi global dan pertumbuhan ekonomi.
T: Mengapa harga minyak naik tajam?
J: Harga naik karena eskalasi tindakan militer antara Iran dan Israel, yang merusak kapal tanker minyak dan mengganggu pengiriman di Timur Tengah.
T: Berapa banyak harga minyak meningkat?
J: Harga berjangka minyak mentah Brent meningkat 8,88%, dan minyak mentah WTI AS melonjak 8%.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.