Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
พ.ค. 11, 2026
2 min read
38

Harga minyak mengalami kenaikan signifikan lebih dari 3% selama jam perdagangan Asia. Kenaikan ini menyusul penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap usulan balasan Iran terhadap kerangka perdamaian AS, yang ia gambarkan sebagai "sama sekali tidak dapat diterima". Akibatnya, harga minyak berjangka Brent naik 3,1% menjadi $104,43 per barel, dan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 3,1% menjadi $98,33 per barel.
Pergerakan harga baru-baru ini membalikkan penurunan minggu lalu, yang dipicu oleh optimisme akan potensi kesepakatan untuk menstabilkan jalur pelayaran di Teluk. Penolakan Presiden Trump telah meredupkan harapan akan resolusi jangka pendek. Proposal asli AS mensyaratkan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium selama 20 tahun dan membongkar fasilitas nuklir utama sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Tanggapan Iran, yang disampaikan melalui mediator Pakistan, menuntut pencabutan sanksi segera dan pengakhiran kehadiran angkatan laut AS di dekat Selat Hormuz.
Ketidakpastian yang meningkat berdampak langsung pada pasar energi global, dengan investor memantau ketat situasi di Selat Hormuz, jalur krusial untuk transportasi minyak. Perkembangan konflik akan tetap menjadi pendorong utama volatilitas harga minyak. Perhatian lebih lanjut kini tertuju pada kunjungan Presiden Trump yang dijadwalkan ke Tiongkok, di mana diskusi dengan Presiden Xi Jinping diharapkan mencakup perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran, dengan Beijing memegang pengaruh signifikan karena hubungan ekonominya dengan Teheran.
Risiko geopolitik yang terus-menerus di kawasan Teluk mendorong harga minyak lebih tinggi karena upaya diplomatik antara AS dan Iran terhenti. Stabilitas pasar kini bergantung pada negosiasi di masa depan dan hasil pembicaraan tingkat tinggi, termasuk pertemuan puncak mendatang antara AS dan Tiongkok.
T: Mengapa harga minyak melonjak lebih dari 3%?
J: Harga naik setelah Presiden AS Donald Trump menolak usulan balasan Iran untuk kesepakatan damai, meningkatkan risiko geopolitik di Timur Tengah.
T: Berapa titik harga utama untuk minyak mentah?
J: Harga minyak berjangka Brent naik menjadi $104,43 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS mencapai $98,33 per barel.
T: Apa peristiwa besar berikutnya yang memengaruhi pasar?
J: Pertemuan mendatang Presiden Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping adalah peristiwa penting, karena diskusi diharapkan mencakup konflik Iran.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.