Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 17, 2026
2 min read
56

Harga minyak melonjak tajam, dengan minyak mentah Brent dan WTI masing-masing naik lebih dari 2% pada perdagangan Selasa pagi. Lonjakan ini membalikkan kerugian sebelumnya dan terutama didorong oleh meningkatnya kekhawatiran akan gangguan pasokan global yang berpusat di Selat Hormuz.
Harga berjangka Brent naik 2,5% menjadi $102,69 per barel, sementara minyak mentah U.S. West Texas Intermediate WTI naik 2,6% menjadi $95,92. Volatilitas pasar mencerminkan ketidakpastian mendalam seputar jalur air vital tersebut.
Selat Hormuz, titik hambatan kritis untuk sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG dunia, sebagian besar masih terganggu karena konflik regional yang sedang berlangsung. Hal ini memaksa Uni Emirat Arab, produsen terbesar ketiga OPEC, untuk mengurangi produksinya lebih dari separuh.
Situasi ini diperparah oleh keengganan sekutu AS untuk mengerahkan kapal perang guna mengawal pengiriman, meningkatkan risiko bagi kapal tanker yang melintasi area tersebut. Analis mencatat bahwa risiko eskalasi lebih lanjut tetap tinggi.
Meningkatnya biaya energi mengintensifkan kekhawatiran inflasi global. Sebagai tanggapan, Badan Energi Internasional (IEA) sedang mempertimbangkan pelepasan minyak lebih lanjut dari cadangan strategis untuk menstabilkan harga. Institusi keuangan besar sedang menyesuaikan perkiraan mereka untuk memperhitungkan potensi gangguan yang berkepanjangan.
Bank of America menaikkan perkiraan Brent 2026-nya menjadi $77,50, dan Standard Chartered meningkatkan proyeksinya menjadi $85,50. Penyesuaian ini mencerminkan pasar yang bersiap menghadapi ketatnya pasokan yang berkelanjutan.
Prospek harga minyak sangat bergantung pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar tetap dalam kewaspadaan tinggi, karena setiap tindakan permusuhan tunggal dapat memicu lonjakan harga tajam lainnya. Para pedagang akan memantau dengan cermat setiap resolusi konflik atau langkah-langkah baru oleh badan-badan internasional untuk mengamankan jalur air tersebut.
Q: Mengapa harga minyak naik lebih dari 2%?
A: Harga naik karena kekhawatiran gangguan pasokan yang signifikan berpusat di Selat Hormuz, jalur air kritis untuk perdagangan minyak global, yang telah sangat terpengaruh oleh konflik regional.
Q: Tolok ukur minyak mana yang terpengaruh?
A: Kedua tolok ukur utama mengalami kenaikan. Harga berjangka Brent naik 2,5% menjadi $102,69 per barel, dan minyak mentah U.S. West Texas Intermediate WTI naik 2,6% menjadi $95,92 per barel.
Q: Bagaimana prospek harga jangka panjang menurut bank?
A: Mencerminkan potensi gangguan jangka panjang, Bank of America menaikkan perkiraan Brent 2026-nya menjadi $77,50, sementara Standard Chartered menaikkan proyeksinya menjadi $85,50.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.