TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
मई १६, २०२६
2 min read
9

Harga minyak melonjak sekitar 3% menjadi sekitar $109 per barel menyusul diskusi antara para pemimpin AS dan Tiongkok mengenai konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Ketegangan berpusat pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur air krusial untuk pasokan energi global.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping setuju Teheran harus membuka kembali selat tersebut, meskipun Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak mengonfirmasi komitmen ini, melainkan menyatakan frustrasi bahwa perang seharusnya tidak dimulai.
Iran menutup Selat Hormuz, yang sebelumnya menangani seperlima pasokan minyak dan LNG dunia, setelah serangan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari. Teheran telah mengondisikan pembukaan kembali selat tersebut dengan syarat AS mengakhiri blokade pelabuhannya, sementara Washington menuntut jalur air tersebut dibuka dan mengancam akan melanjutkan tindakan militer.
Pembicaraan diplomatik untuk menyelesaikan konflik telah terhenti, dengan AS dan Iran menolak proposal terbaru satu sama lain.
Gangguan pasokan telah memicu krisis minyak yang signifikan. Bersamaan dengan lonjakan harga minyak mentah, imbal hasil obligasi Treasury AS mencapai level tertinggi dalam sekitar satu tahun karena ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk mengelola tekanan inflasi yang berasal dari biaya energi yang lebih tinggi.
Pasar tetap tegang karena upaya diplomatik menunjukkan sedikit kemajuan. Penutupan Selat Hormuz yang berkelanjutan menimbulkan risiko signifikan terhadap stabilitas energi global dan pertumbuhan ekonomi. Pergerakan harga di masa depan akan sangat bergantung pada terobosan dalam negosiasi atau eskalasi lebih lanjut dalam konflik.
T: Mengapa harga minyak meningkat tajam?
J: Harga naik karena penutupan Selat Hormuz yang berkelanjutan, jalur transportasi minyak vital, dan ketidakpastian geopolitik menyusul pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan Tiongkok.
T: Apa pentingnya Selat Hormuz?
J: Ini adalah jalur air strategis yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum konflik, menjadikan penutupannya sebagai gangguan besar bagi pasar global.
T: Apa posisi yang dinyatakan oleh AS dan Iran?
J: AS menuntut Iran membuka kembali selat tersebut dan mengakhiri penelitian nuklirnya. Iran bersikeras tidak akan membuka kembali selat tersebut sampai AS mencabut blokade pelabuhannya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait